Wasiat Pasca Ramadhan


Umumnya manusia tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan. Mereka mengisinya dengan shalat baik yang wajib maupun yang nafilah, membaca Al-Quran, dan mengoptimalkannya dengan ketaatan-ketaatan yang lain. Dengan selesainya Ramadhan terputuslah semua amalan tersebut.. Ketahuilah ia berada dalam bencana yang besar..

Bertakwalah wahai kaum muslimin, baik ketika sendirian maupun bersama manusia.. Beribadahlah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya.. Jika tidak mampu, maka beribadahlah seakan-akan kalian diawasi oleh-Nya..

 “Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Asy-Syuara 217-220)

Saudaraku..

Sesungguhnya manusia sejak diciptakannya hingga seterusnya adalah menjadi seorang musafir. Dan tidaklah berhenti keadaannya sebagai seorang musafir melainkan pada terminal terakhir: surga atau neraka.

Ketahuilah bahwa pergantian siang dan malam yang begitu cepat adalah merupakan salah satu tanda diantara tanda-tanda hari kiamat, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Ash-Shadiqul Mashduq yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Oleh karenanya, pergantian waktu yang begitu cepat ini merupakan momen terbaik yang hanya bisa dimanfaatkan oleh orang yang cerdas untuk ketaatan dan sebagainya. Allah berfirman, “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS Al-Furqon 62)

Sebagaimana yang telah berlangsung pada beberapa waktu lalu, telah hadir kepada kita bulan mulia yang telah membagi kebahagiaan dan keutamaan kepada kita sebulan penuh lamanya. Sehingga mayoritas kaum muslimin berlomba-lomba untuk ibadah baik itu sholat, dzikir, shodaqoh dan tilawah Al-Quran. Akan tetapi, waktu berjalan begitu cepat, seakan Ramadhan baru datang kepada kita pekan kemarin.

Saudaraku.. Jika kita bandingkan kondisi manusia pada bulan Ramadhan dan setelah bulan Ramadhan, kita mendapat perbedaan yang luar biasa jauhnya. Adalah sudah menjadi fenomena bahwa umat Islam selepas Ramadhan menampakkan kemalasan dan futur. Mereka meninggalkan ketaatan dalam bentuk yang  amat jelas. Tidak salah bila ada yang berucap, “Sesungguhnya ibadah dan taubat serta seluruh ketaatan yang lain tidaklah ada melainkan hanya di bulan Ramadhan. Padahal tujuan dari puasa Ramadhan adalah, “Agar kalian bertakwa..” (QS Al-Baqarah 183) Continue reading

Menyambut Bulan Ramadhan 1432 H


KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. Continue reading