Bersemilah Ramadhan (Resensi Buku)


Oleh: Rachman Hardiansyah ·

Judul Buku : Bersemilah Ramadhan
Penulis : Armen Halim Naro
Penerbit : Pustaka Darul Ilmi
Cetakan Ke / Tahun Terbit : Kedua, Juli 2008
Jumlah Halaman V : 116 hal + xii

Keutamaan Ramadhan
1. Dibukanya pintu surga.
2. Ditutupnya pintu neraka.
3. Dibelenggunya syaithan.
Untuk poin 1 s/d 3 berdasar hadits dari Abu Hurairah t  (Muttafaq ‘alaihi)
4. Bau mulut yang berpuasa lebih harum di sisi Allah I dari minyak misk.
5. Para malaikat meminta pengampunan untuk mereka sampai mereka berbuka.
6. Allah I menghiasi Surganya pada setiap hari dan berkata, “Nyaris saja hamba-hambaKu yang shalih meletakkan beban dan keletihan dan berangkat menujumu (surga).”
7. Dibelenggunya syaithan yang pembangkang sehingga mereka tidak dapat ditipu seperti hari yang lainnya.
8. Diampunkan untuk mereka setiap akhir malam.
Poin 4 s/d 8 berdasarkan hadits dari Abu Hurairah t . HR. Ahmad, Al-Bazzar, Al-Baihaqi dan Abusy Syaikh dalam kitab Tsawab, dengan riwayat yang lemah sekali, akan tetapi sebagian lafazhnya saling menguatkan.

Pergantian Masa
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah r memegang pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.’ Lalu Ibnu Umar radhiyallahu anhuma berkata,“Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menunggu sore dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati”. (HR. Bukhari). Hadits ini tercantum dalam hadits Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hadits nomor 40.

Ayyamam Ma’duudat (Hari-hari yang berbilang)

Hidup ini sebentar. Lihatlah pengalaman orang-orang terdahulu yang sholeh (salafush sholeh) dalam menyikapi masa yang sebentar ini (hal. 18-21). Diantaranya:
Berkata Fudhail bin ‘Iyadh Rahimahullah, “Aku mengenal beberapa orang yang menghitung ucapannya dari Jumat ke Jumat.”
”Sariy As-Saqathi Rahimahullah hanya tidur tatkala kantuk menyerang dan mengalahkannya.
Utsman Al-Baqilani Rahimahullah berkata, “Yang paling aku benci adalah waktu berbukaku, karena aku terhalangi dari berdzikir.”
Daud Ath-Tha’i Rahimahullah makan roti yang telah dibasahkan dengan air dan tidak mau makan roti kering, dia berkata, “Antara makan roti kering dengan roti basah, ada bacaan 50 ayat.”

Ramadhan Musim Ibadah
Hakikat ibadah adalah tunduk dan patuh kepada Allah I. Seorang hamba seperti air di sungai, sekalipun mengalir tapi ia hanya mengikuti aliran yang telah dibentuk oleh sungai itu. Ia bagaikan tuturan atap yang memaksa hujan mengalir sejalan dengan lengkungnya.
“Diantara amal ibadah yang biasa dilakukan oleh seorang hamba pada bulan ini yaitu puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, belajar agama, berdzikir dan yang lainnya.
Dan diantara amal ibadah hati yang biasa juga dilakukan oleh seorang hamba adalah : Belajar khusyu’ dalam ibadah, bertawakkal, belajar bersabar, belajar menahan hawa nafsu dan seterusnya” (hal. 32)

Bulan Melatih Ibadah
Kita keluar dari perut ibu kita tidak mengetahui apa-apa. Allah I berfirman: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (QS. An-Nahl: 78)
Ketidaktahuan itu tidak hanya dalam masalah kehidupan dunia saja, namun juga dalam masalah akhirat. Sebagaimana seseorang yang belum bisa berenang maka ia terus belajar berenang hingga mahir, demikian juga dalam ibadah, maka perlu pula kita melatih diri kita agar merasakan nikmatnya ibadah,  atau manisnya iman sebagaimana yang termaktub dalam sabda Nabi r.

Bulan Derma dan Berbuat Baik
Adalah Rasulullah r orang yang paling dermawan, terlebih pada hari-hari Ramadhan. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata, “Rasulullah r tatkala ditemui oleh Jibril lebih dermawan dari angin lepas” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bulan Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an terbagi menjadi dua:
1. Membaca secara makna, yaitu membenarkan semua yang dikabarkan didalamnya dan menunaikan perintah yang terkandung di dalamnya.
2. Membaca secara lafazh, dam nash tentang keutamaan membaca Al-Qur’am baik membacanya secara keseluruhan, sebagian suratnya atau sebagian ayatnya sangatlah banyak.

Rasulullah r mengadu kepada Allah I dengan banyaknya orang yang berpaling dari Al-Qur’an, “Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan” (QS. Al-Furqon: 30)
Meninggalkan Al-Qur’an yang dimaksud adalah tidak membacanya, atau tidak mentadabburi dan tidak memahaminya, atau tidak mengamalkannya.

Bulan Jihad Hawa Nafsu
Manusia dalam melawan hawa nafsu terbagi menjadi tiga golongan (hal. 75-76):
1. Dia takluk dibawah kekuasaan hawa nafsu. Inilah keadaan mayoritas manusia.
2. Peperangan berimbang, antara dia dengan hawa nafsu, kadang-kadang ia mengalahkannya, akan etapi tidak jarang pula hawa nafsunya mengalahkannya. Sekiranya ia menemui ajalnya dalam pertempuran ini, maka ia menjadi sebagai seorang mujahid di jalan Allah I .
3. Ia kalahkan hawa nafsunya. Ini adalah kedudukan yang sangat tinggi, kenikmatan yang segera dan kemerdekaan mutlak dari penjajahan hawa nafsu dan syaithan.

‘Berjihad melawan hawa nafsu adalah membiasakan diri dengan amal shalih dan berupaya untuk membersihkan jiwa dari penyakit hawa nafsu serta mengisi waktu dengan kebaikan, karena badan jika tidak disibukkan dengan kebaikan dan amal shalih, maka ia akan disibukkan dengan keburukan dan amal thalih. Dan cara membersihkan jiwa adalah membiasakan diri dengan perbuatan yang shalih, sehingga ia terbiasa dengan perbuatan tersebut karena sering diulang-ulang, sehingga lambat laun menjadi tabiat yang mudah ia berbuat kebaikan tersebut..” (hal. 76-77)
Silahkan baca perjalanan hidup salaf dalam mendebat hawa nafsu mereka, mencela diri mereka dari perbuatan maksiat dan memaksa diri mereka kepada ketaatan (hal. 78-79).

Puasa dan Ikhlas
Penulis berkata, “Saya sering mengemukakan, bahwa siapa yang ingin belajar beribadah dengan baik, maka mulailah dari berdoa, dan siapa yang ingin belajar keikhlasan maka mulailah dengan puasa.
Karena setiap muslim berdoa, berarti ia telah menggabungkan dua rukun ibadah, yaitu pengagungan kepada Allah I dan penghinaan diri. Sedangkan ikhlas dalam puasa, bahwa setiap muslim yang berpuasa, ia tinggalkan makan dan minum hanya karena takut puasanya rusak dan batal” (hal. 83).
Ikhlas adalah satu dari dua syarat diterimanya amal (lihat QS Al-Bayyinah: 5)

Bulan Silaturrahim
“Ramadhan adalah momen yang sangat penting untuk kembali menghitung untung-rugi, jadikanlah Ramadhan ini menjadi hari kasih sayang..” (hal. 95). Yang dimaksud penulis Rahimahullah adalah menyambung silaturahim. Terdapat banyak keutamaan dalam silaturrahim (lihat hal. 93-95).

Diary Satu Hari di Bulan Ramadhan
(Lihat hal. 99-105)

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s