Mengapa Anda Menghafal Al-Quran ?


Oleh: Abdurrahman

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia-lah yang menurunkan Al-Quran sebagai bentuk kasih sayang kepada hamba-Nya. Di dalamnya terdapat rahmat, petunjuk, dan obat bagi segala penyakit.
Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada khoirul ibad, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau adalah al-basyir (pemberi kabar gembira) dan an-nadzir (pemberi peringatan), pendidik terbaik sepanjang masa, penuh kasih sayang kepada umatnya, dan akhlaknya adalah Al-Quran. Semoga shalawat dan salam terus tercurah kepada beliau, kepada keluarga, shahabat, dan umat yang tegak di atas kebenaran hingga hari ketika tidak bermanfaat lagi harta dan anak, melainkan yang datang dengan hati yang saliim (selamat).
Menghafal Al-Quran adalah hal yang patut untuk kita idam-idamkan. Menghafalnya adalah kedamaian bagi hati dan sebaik-baik untaian kata yang disenandungkan.
Tujuan khusus penulisan artikel ini adalah untuk memotivasi penulis sendiri. Dengan kata lain, yang mendapat faidah pertama kali dari artikel ini adalah saya sendiri, selaku penulis. Sedangkan tujuan umumnya adalah memotivasi Anda, para pembaca.
Pada kesempatan ini, saya menekankan pada dua pembahasan. Pertama, keutamaan-keutamaan yang diperoleh penghafal Al-Quran dan kedua, kisah-kisah inspiratif para penghafal Al-Quran.

Keutamaan Penghafal Al-Qur’an
Berikut ini diantara keutamaan yang didapatkan penghafal Al-Quran (Syamsudin, 2007: 37-39), yaitu:
1.    Allah memberi kedudukan yang tinggi dan penghormatan kepada seluruh manusia.
Namun, hal ini jangan sekali-kali dijadikan tujuan utama dalam menghafal Al-Quran, karena tujuan kita hanya mengharap ridha Allah semata. Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu berkata bahwa Nabi Muahmmad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat kamu dengan kitab ini dan menjatuhkan yang lain” (HR Muslim).
2.    Hafalan Al-Quran akan membuat orang dapat berbicara fasih dan benar, dan dapat membantunya dalam mengeluarkan dalil-dalil dari ayat-ayat Al-Quran dengan cepat, ketika menjelaskan atau membuktikan suatu permasalahan.
3.    Menguatkan daya nalar dan ingatan.
Hafalan yang terlatih akan menjadikan ia mudah dalam menghafal hal-hal yang lain diluar Al-Quran.
4.    Dengan izin Allah semata, seorang siswa menjadi lebih unggul dari teman-temannya yang lain dalam kelas, karena Allah memberikan karunia-Nya lantaran ia mau menjaga kalam Allah dan mencintai-Nya.
5.    Bertambah imannya ketika membacanya.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah bertambahlah iman mereka” (QS. Al-Anfal: 2)
6.    Termasuk sebaik-baik manusia.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mau mengajarkannya” (HR Bukhari, dll)
7.    Tergolong manusia yang paling tinggi derajatnya di Surga.
Dari Abdullah bin ‘Amr dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Akan dibacakan kepada shohibul Qur’an, ‘Bacalah, naiklah, dan bacalah secara tartil sebagaimana engkau telah membacanya secara tartil di dunia. Sesungguhnya derajatmu adalah di akhir ayat yang engkau baca” (HR Tirmidzi, Ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”), dalam Badwilan (2008: 185-186).
8.    Menghafal Al-Quran adalah salah satu hal yang manusia boleh iri kepadanya.
Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak diperbolehkan hasad kecuali pada dua hal, yaitu seorang yang diberi Allah Al-Quran, kemudian dengannya ia melaksanakan shalat pada malam hari, dan seorang yang diberi harta, kemudian dari harta itu ia infakkan pada siang dan malam hari” (HR Bukhari dan Muslim)
9.    Termasuk orang yang paling banyak mendapat pahala pada hari kiamat kelak.
Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabada, “Siapa saja yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya sepuluh pahala dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, dan aku tidak mengataklan alif-lam-mim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf tersendiri” (HR At-Tirmidzi).

Untuk melengkapi keutamaan di atas, saya tambahkan untuk Anda wahai saudaraku, keutamaan-keutamaan menghafal al-Quran yang lain. Ahmad Salim Badwilan (2008: 187-189) menyebutkan beberapa keutamaan tersebut.
10.    Penghafal al-Quran mendapat perhiasan yang lebih agung dari apa yang dikenakannya saat ini.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Pada hari kiamat Al-Quran akan datang dan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, berilah ia perhiasan.” Maka dikenakan untuk orang tersebut mahkota kemuliaan. Lalu Al-Qur’an berkata, “wahai Rabb-ku, tambahkanlah.” Maka orang tadi diberi papakaian kemuliaan. Al-quran berkata lagi, “Wahai Rabb-ku, ridhoilah ia.” Maka, Allah ridho kepadanya, lalu dikatakan padanya, “Bacalah dan naiklah.” Dengan setiap ayat bertambah satu kebaikan.” (HR Tirmidzi no 2839, ia berkata, “Hadits ini hasan shohih”)
11.    Berbahagialah wahai orang tua, bila anak Anda menghafal al-Quran.
Dari Buraidah, ia berkata, “Aku pernah duduk-duduk bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Aku mendengar beliau bersabda, “Pelajari surat Al-Baqarah. Sebab, bila ia diambil maka itu adalah sebuah barokah. Namun, bila ia ditinggalkan, maka itu adalah sebuah kerugian. Dan tukang sihir tidak akan mampu melakukannya.”
Buraidah berkata, “Lalu, beliau terdiam sejenak kemudian bersabda, “Pelajarilah surat Al-Baqarah dan Ali Imran. Sebab keduanya adalah Az-Zahrowan (dua hal yang bersinar) yang akan menaungi pemiliknya pada hari kiamat, seolah-olah keduanya adalah dua awan mendung, atau kawanan burung yang mengepakkan sayap-sayapnya. Pada hari Kiamat, al-Quran akan mendatangi pemiliknya saat kuburnya terbelah dalam wujud seorang lelaki yang (berkulit) kekuning-kuningan. Ia berkata kepadanya, “Apakah kamu mengenaliku?” Ia menjawab, “Aku tidak mengenalimu.” Al-Quran berkata kepadanya, “Apakah kamu mengenaliku?”
Ia menjawab, “Aku tidak mengenalimu.”
Al-Quran berkata kepadanya, “Aku adalah sahabatmu, Al-Quran, yang telah membuatmu begadang di malam hari. Setiap pedagang akan mendapatkan hasil di balik perdaganngannya. Saat ini, engkau menuai hasil dari setiap perniagaan.” Ia akan diberi kerajaaan di sebelah kanannya dan kekekalan di sebelah kirinya serta diletakkan mahkota kewibawaan di kepalanya. Kedua orang tuanya diberi dua pakaian (kehormatan), yang tidak dimiliki oleh penduduk dunia. Kedua orang tua tadi bertanya, “Kenapa kami dikenakan busana ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu telah menghafal Al-Quran.” Lalu dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah ke derajat surga dan kamar-kamarnya.” Ia akan terus naik selagi ia masih membacanya, baik dengan bacaan yang cepat maupun perlahan-lahan (tartil).”
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad no. 21892. Dihasankan oleh Ibnu Katsir. Hadits ini juga tertera dalam kitab As-Silsilatush Shohihah, karya Al-Albani no. 2829)

Kisah-kisah Inspiratif
Saya ingin membakar semangat dan memotivasi Anda untuk kali kedua. Kali ini dengan membawakan beberapa kisah.
1.    Al-Quran dapat dihafalkan oleh selain generasi muda.
Pada suatu hari di sebuah Asrama Putra (Madinatul Bu’uts), mahasiswa Universitas Al-Azhar kedatangan seorang imam masjid yang terkenal di Mesir, Syaikh Muhammad Jibril, yang rekaman-rekamannya telah beredar hampir di seluruh negara yang mayoritas berpenduduk muslim.
Ketika selesai shalat diadakan dialog mengenai metode praktis menghafal Al-Quran. Di sela-sela dialog yang cukup seru, ada seorang mahasiswa dari salah satu negara di benua Afrika bertanya, “Wahai Syaikh, apakah mungkin orang tua saya yang sudah berumur 50 tahun mampu untuk menghafal Al-Quran?”
Syaikh itu pun menjawab dengan tegas, “Setiap muslim mampu dan bisa untuk menghafal Al-Quran jika dia mempunyai niat yang ikhlas dan ‘azam yang kuat untuk melaksanakannya, walaupun dia itu seorang kakek yang telah lanjut usia. Akan tetapi, memang kakek itu membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding dengan usia yang jauh lebih muda”. (Syamsuddin: 43-44)
2.    Al-Quran bisa dihafalkan oleh orang yang tidak bisa bahasa Arab.
Dalam mukaddimah buku yang ditulisnya, Achmad Yaman Syamsuddin,Lc, membawakan sebuah kisah yang sesuai. Pada suatu perlombaan tahfizhul Qur’an yang diadakan Qatar, panitia menemukan bahwa ada peserta yang suaranya mirip sebuah kaset-kaset murattal ketika membaca Al-Quran.
Peserta itu membaca Al-Quran tanpa ada sedikit pun kesalahan dari segi huruf maupun kalimat, subhanallah. Ketika telah usai perlombaan, panitia mencoba untuk bertanya, “Siapa namamu?” Dia sama sekali tidak menjawab, sebab ternyata dia tidak paham bahasa Arab.
3.    Al-Quran dapat dihafalkan oleh orang yang buta.
Iman adalah pemudi yang dilahirkan dalam keadaan buta. Ia terhalang untuk merasakan nikmat penglihatan. Namun, dalam perjalanan hidupnya, ia mampu mencapai sebuah kesuksesan. Ia mampu menggabungkan antara prestasi akademik untuk bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi dengan menghafal al-Quran dalam rentang waktu 7 tahun (Badwilan, 2008: 61-63).
Yang lebih menakjubkan lagi, adalah kisah berikut ini.
4.    Orang kafir pun hafal Al-Quran.
Ibrahim bin Hilal Ash-Shobi’i Al-Harroni adalah seorang musyrik yang meninggal pada tahun 384 H. Ia menolak untuk masuk Islam. Meski ia kafir, namun ia berpuasa Ramadhan dan ia juga hafal al-Quran! Lihatlah, bagaimana orang tersebut telah mengenal kebenaran, namun kedengkiannya telah membutakannya terhadap Islam sehingga enggan memeluknya (Badwilan, 2008: 227)

Saudaraku, semoga Anda sekarang telah terbakar untuk segera menghafalnya. Saya berharap demikian.
Namun bila belum juga, saya persilahkan Anda untuk membaca buku “Seni Menghafal Al-Quran”. Buku yang ditulis Ahmad Salim Badwilan ini memuat puluhan kisah para penghafal al-Quran. Saya yakin –Insya Allah- setelah membacanya, semangat Anda akan meletup dan bahkan meledak-ledak untuk bersegera menghafal Al-Quran.
Sebelum berpisah, penulis berharap doa dan restu para pembaca –semoga Allah merahmati Anda— untuk  terselesaikannya artikel yang lain, yaitu dengan tema metode menghafal Al-Quran. Semoga Allah mempermudah proses penulisannya.
Akhirnya, semoga tulisan ini dicatat sebagai amal sholeh dan dapat memperberat timbangan kebaikan penulis, diampuni dosa-dosanya yang disengaja maupun yang tidak, dan dimasukkan ke dalam Surganya yang seluas langit dan bumi. Allahumma Amin.

Malang, 31 Oktober 2008

Daftar Rujukan:
Badwilan, Ahmad Salim. 2008. Seni Menghafal Al-Quran. Solo: Wacana Ilmiah Press
Syamsudin, Achmad Yaman. 2007. Cara Mudah Menghafal Al-Qur’an. Sukoharjo: Insan Kamil

2 thoughts on “Mengapa Anda Menghafal Al-Quran ?

  1. Akhirnya, semoga tulisan ini dicatat sebagai amal sholeh dan dapat memperberat timbangan kebaikan penulis, diampuni dosa-dosanya yang disengaja maupun yang tidak, dan dimasukkan ke dalam Surganya yang seluas langit dan bumi. Allahumma Amin.

    Amiin….

    Apakah judul diatas ada hubungannya dengan sebuah buku berjudul Mengapa Saya Menghafal Al Qur’an
    karya Dr. Khalid bin Abdul Karim Al Lahim?

    ditunggu tulisan berikutnya akh, yang masih berkaitan dengan hal tersebut
    misalnya tips dan metode yang tepat dalam menghafal

  2. Mas_Abdurrahman says:

    Syukron doanya mas.
    Judul di atas tidak ada sangkut pautnya denga buku yang mas sebutkan. Buku itu lebih banyak membahas tentang metode menghafal Al-Quran ditinjau dari sudut pandang pendidikan (menurut saya). Buku itu layak untuk dibaca dan bahkan, sangat layak untuk dimiliki, hehe..

    Semoga next artikel bisa kelar. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s