Resume Buku “12 Formula Dahsyat Merancang Masa Depan”


Oleh: mas_Abdurrahman

Judul Asli Buku: Aiqizh Qudrataka

Penulis: Dr. Ibrahim Al Fiky

Penerjemah: Abdurrahman Jufri, SS

Penerbit: Pustaka Iltizam, Solo

Tahun terbit: April 2009 (cet I)

Jumlah Hal.: 192 halaman

Berikut ini, 12 formula dahsyat untuk merancang masa depan anda agar lebih hebat (hal. 139-176) :

1. Tentukan Visi

“Pertama kali yang harus dipikirkan adalah visi Anda. Maksudnya, Anda mengerti dan menyadari apa yang Anda inginkan, baik jangka waktu dekat ataupun lama. Kebanyakan orang tidak mengetahui, apa itu visi, orientasi, dan tujuan.”

“Tujuan adalah yang kita tuju terus-menerus. Visi adalah apa yang ingin kita capai… Visi terkadang sesuatu yang ingin Anda capai setelah 10 tahu atau bahkan 25 tahun ke depan. Sangat mungkin, jika ada di antara kita yang mengatakan, “Umur ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Ini juga saya yakini. Akan tetapi, Allah memberikan otak untuk kita bisa berpikir dan membuat rencana. Apakah Anda sudah menggunakan otak Anda untuk berpikir dan membuat rencana?”

Contoh dari visi adalah: Perusahaan elektronik. Adapun orientasinya adalah: Mendekatkan diri kepada Allah.

Mengapa demikian? Karena jika visi tidak jelas berhubungan secara total dengan orientasi spiritual, yaitu yang berhubungan dengan Allah, maka visi Anda bersifat sesaat (temporal), yaitu hanya untuk kebutuhan materi di dunia.

2. Semangat yang Menyala-nyala

“Untuk menapaki jalan masa depan, dibutuhkan adanya semangat yang menyala-nyala. Visi akan menuntut perilaku. Sedangkan semangat yang menyala-nyala akan memberikan dorongan (motivation) manusia melakukan tindakan nyata (take action). Lantas, bagaimana untuk membangkitkan semangat yang menyala-nyala? Jawabannya adalah simple, yaitu dorongan (motivation).”

3. Percaya Diri (Self-Confidence)

“Rasa percaya diri (self-confidence) harus didorong dengan semangat yang menyala-nyala, visi yang jelas, orientasi jangka panjang (sustainable) untuk mendapatkan keridaan Allah swt. Hal inilah yang akan mengantarkan kepada kesuksesan di dunia dan akhirat.”

4. Membuat Citra Diri (Self-Image)

Aku (mas_Abdurrahman) katakan, Ketika kita mencitrakan diri sebagai individu yang lemah, maka kita akan melemah dan akhirnya kalah. Begitu juga komentar-komentar orang lain tentang kita. Bila komentar itu negatif, bisa menjadi bumerang bagi kita. Kita mencitrakan diri seperti apa yang dikatakan orang lain. Jadi, inti dari citra diri adalah: 1) dari apa yang kita yakini tentang kita sendiri, dan 2) dari pernyataan-pernyataan orang lain ttg kita. Inilah pembentuk citra diri kita.

5. Miliki Keberanian (Courage)

“Tanpa keberanian, maka Anda tidak akan sampai pada visi yang Anda tuju.” (hal. 155)

“Apa yang bisa mematahkan keberanian? Satu hal yaitu rasa takut. Rasa takut pasti dilahirkan oleh sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Misalnya takut akan ditertawakan orang. Takut jangan-jangan gagal. Bahkan, takut jika kemudian tidak akan berhasil.” (hal. 156)

“Keberanian harus Anda wujudkan dalam tindakan nyata (take action). Inilah yang kita bicarakan sekarang.” (hal. 157)

“Pertama adalah visi yang jelas. Visi ini harus dihubugnakan dengan orientasi. Di sanalah kemudian lahir semangat menyala-nyala. Demikian juga, rasa percaya diri Anda (self-confidence) harus jelas dan kuat. Citra diri (self-image) juga harus jelas. Anda juga harus menurunkan visi Anda dalam tujuan-tujuan yang jelas. Satu per satu tujuan tersebut harus Anda wujudkan agar bisa menuju visi Anda. Setiap keberhasilan dalam mewujdukan tujuan adalah jalan menuju visi Anda. Tujuan-tujuan tersebut adalah jalan menuju visi Anda. Tujuan-tujuan tersebut adalah jalan menuju orientasi Anda. Setelah itu, Anda harus mampu melahirkan keberanian dalam diri Anda. Keberanian adalah mewujudkan pikiran dalam tindakan nyata (take action). Kemudian susunlah rencana strategis (strategic planning).” (hal. 158-159)

6. Buatlah Rencana Strategis (Strategic Planning)

“Anda harus menyiapkan banyak alternative (rencana A, B, C, D, dan seterusnya). Jika anda hanya menyiapkan satu rencana (A saja), jika Anda gagal dengan rencana tersebut, maka Anda akan gagal untuk semuanya.” (hal 161)

7. Pelaksanaan

“Rencana strategis yaitu perencanaan (planning), evaluasi, penyelesaian-penyelesaian (self-adjusment), pembelajaran (learning), dan pelaksanaan. Dan dalam waktu yang bersamaan, Anda harus bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam sepanjang proses tersebut.” (hal. 165)

8. Menyatakan Tiga Energi: Konsistensi, Keteguhan Hati, dan Pendisiplinan Diri

“Sangat mungkin anda konsisten bangun pagi hari untuk menyelesaikan hal-hal tertentu. Ini adalah bentuk konsisten. Akan tetapi, sangat mungkin ketika Anda sangat capek, sehingga tidak bisa bangun pagi. Di sinilah masuk ke fase keteguhan hati. Keteguhan hati harus bisa memaksa diri utk selalu konsisten. Akan tetapi, keteguhan ini tetap goyah dan tidak seorang pun bisa memaksa Anda utk melakukan sesuatu pada saat tertentu. Di sini Anda memasuki fase pendisiplinan diri. Semuanya itu ditujukan agar Anda bisa melakukan sesuatu setiap hari secara disiplin dan konsisten.” (hal 166)

“Bahwasanya Rasulullah ditanya, ‘Perbuatan apakah yang paling disukai di sisi Allah?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling kontinyu walaupun sedikit’.” (HR. Muslim).

“Misalnya jika Anda ingin belajar bahasa tertentu, maka anda harus konsisten dan terus mempelajarinya. Akan tetapi, dalam suatu fase tertentu, Anda disibukkan dengan hal lain atau Anda sakit, sehingga tidak menyelesaikannya. Hal ini berarti konsistensi Anda lemah. Jika Anda berpegang teguh pada hal tertentu, maka seharusnya bisa menjaga konsistensi. Jika kemudian satu atau dua minggu Anda berhenti, maka harus ada usaha pendisiplinan diri. Pendisiplinan diri berarti memaksa diri untuk kontinyu melaksanakan apa yang kita inginkan…” (hal. 169)

9. Selalu Belajar

“Sangat tidak mungkin jika Anda ingin menciptakan masa depan, sementara Anda tidak suka belajar.” (hal 170)

“Jika saya katakan kepada Anda, ‘Jika Anda mempunyai konsistensi, keteguhan, kedisiplinan, dan kecintaan akan belajar, maka langkah selanjutnya adalah sabar.” (hal. 172)

10. Sabar

11. Realisasi

“Kata: ‘realisasi’ maksudnya Anda telah mampu mewujudkan apa yang diinginkan. Anda telah melakukan apa saja mulai visi, orientasi, semangat yg menyala-nyala, rasa percaya diri, citra diri, mulai melaksanakan rencana strategis, dan mewujudkan tujuan-tujuan Anda.” (hal. 173)

12. Dermawan

“Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala melapangkan jalan bagi Anda dan meloloskan tujuan-tujuan Anda, maka Anda harus bisa mendermakan hidup Anda untuk melayani dan membantu sesama manusia. Bantulah sebanyak mungkin orang lain. Jika Anda ingin hasil yang akan didapatkan berlanjut lama (sustainable), maka anda harus bisa berbagi (sharing) dengan hasil yang Anda dapatkan dg orang lain.” (hal. 174)

Sepuluh Langkah Menggapai Tujuan dan Visi Hidup (hal. 189-191):

  1. Penerimaan Diri (Self-acceptance)
  2. Citra diri (self-image)
  3. Harga diri (self-esteem)
  4. Keyakinan akan kekuatan Anda semakin kuat
  5. Anda menyadari bahwa Anda benar-benar menggapai tujuan-tujuan hidup dan impian Anda
  6. keinginan kuat
  7. kekuatan (power)
  8. Anda belajar strategi baru
  9. percaya dir (self-confidence)
  10. kekuatan spiritual (spiritual power)

(Selesai tanggal 31 Juli 2009 pukul 02:00 dini hari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s