Spesialisasi Ilmu dengan Doa


Malang, 11 September 2009

Siang itu, 9 September 2009, aku berkunjung ke salah satu buku di kotaku. Sesampai di sana, sekilas aku melihat buku tentang doa. Segeralah kubaca buku tsb, namun kurang sesuai harapanku. Lalu kukatakan kepada sang penjual buku, “Mas ada gak buku tentang doa yang terbitan Darul Haq?’

Sengaja memang kusebutkan penerbitnya, karena dulu aku pernah membacanya di toko yang sama dan aku senang dengan cara penyajiannya. Segeralah buku yang kumaksud berada di tanganku. Buku itu berjudul “Semua itu Berawal dari Doa, Menyingkap Fakta Keampuhan Doa” oleh Khalid bin Sulaiman Ar-Rib’i. Akhirnya kubeli buku itu.

Malamnya di rumah kubaca buku itu dengan metode baca loncat-loncat bak kutu loncat, dan kutemukan kisah di halaman 107 dengan judul “Berdoa kepada Allah, Maka Dia Menjadi Jenius”. Berikut kukutip lengkap:

Adz-Dzahabi bercerita dari Al-Khalil, pemiliki kitab Al-Arabiyah serta pemrakarsa ilmu Arudh, dia adalah tokoh dalam bahasa Arab, orang yang beragama serta wara’, orang yang berqanaah dan tawadhu’, serta memiliki kedudukan. Disebutkan bahwa dia berdoa kepada Allah agar dianugerahi ilmu yang belum ada sebelumnya, maka dia dianugerahi ilmu Arudh. (Siyar A’lam An-Nubala’, 7/430)

Demikian kutipanku dari buku tsb.

Disebutkan bahwa doanya adalah, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar Engkau berkenan memberiku ilmu yang belum pernah Engkau berikan kepada orang lain sebelum aku, dan tidak diambil selain dariku.” Doa yang luar biasa.

Hmm, kisah di atas sesuai dengan apa yang kurasakan sekarang yaitu: Ingin menjadi spesialis dalam suatu disiplin ilmu yang bermanfaat bagi umat. Tentunya yang sesuai dengan kemampuanku.

Mengapa demikian? Karena ilmu begitu banyak, dan waktu yang kita miliki begitu sedikit. Berkata ia (Al-Kholil bin Ahmad) kepada salah satunya muridnya, “Kalau kamu ingin mmepelajari ilmu untuk dirimu sendiri, maka kumpulkanlah sedikit-sedikit dari semua disiplin ilmu. Tetapi kalau kamu ingin menjadi orang nomor satu di bidang ilmu, maka kamu harus menempuh satu jalur (ilmu) saja.” (Be a Gemius Teacher, Abdullah Muhammad Abdul Mu’thi, hal. 96)

NB: Anda ingin mengenal sosok Al-Khalil bin Ahmad? Silakan baca Be a Genius Teacher, halaman 94-107. Semoga memotivasi kita semua untuk beribadah, berjihad, berinovasi, dan menanam kreativitas.

2 thoughts on “Spesialisasi Ilmu dengan Doa

  1. amir90 says:

    profil amam khalil kurang lenglap, meskipun saya tahu maksud anda untuk memperpendek kata demi kata, namun alangkah baiknya jika biodata beliau di perlebar penjabarannya, supaya khalayak umum mengetahui dengan jelas, bukan pemahaman yang setengah-setengah dan akhirnya tersesat

    • Mas_Abdurrahman says:

      Terima kasih saran dari Bapak Amir90.. Silakan jika pembaca ingin mengetahui biografi Al-Khalil bin Ahmad di Be a Genius Teacher, halaman 94-107..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s