Penghafal Al-Quran di Usia Muda


Sahabatku pemuda muslim, inilah kisah-kisah yang berpendar indah tentang masa muda yang optimal. Masa muda yang tersibukkan dengan menghafal Al-Quran. Bacalah.. Lalu bersyukurlah kepada-Nya, bila timbul semangatmu.. Dan menangislah, jika hati begitu kerasnya untuk mengambil pelajaran..

Para Ulama yang Bersinar Semenjak Dini

Imam Syafi’i berkata “Aku menghafal Al-Qur’an ketika aku berumur tujuh tahun dan aku menghafal kitab Al-Muwaththo’ ketika aku berumur sepuluh tahun.”

Sahl bin ‘Abdulloh At-Tastari mengatakan, “Aku pergi ke kuttab (semacam TPA yang ada di Indonesia) untuk belajar Al-Qur’an dan aku menghafalnya ketika aku berusia enam atau tujuh tahun.”

Syaikh Yasin bin Yusuf Al-Maroksyi bercerita tentang Imam Nawawi, “Aku pernah melihat Syaikh di Nawa ketika beliau berusia sepuluh tahun. Saat itu anak-anak tidak senang bermain dengannya sehingga terbetik dalam hatiku kecintaan kepadanya. Bapaknya selalu membawanya ke toko miliknya. Jual beli tidak mengganggunya dari Al-Qur’an. Maka aku mendatangi gurunya dan aku berpesan kepadanya bahwa anak ini akan menjadi orang yang paling alim di zamannya dan yang paling zuhud serta bermanfaat bagi manusia. Gurunya bertanya kepadaku, “Apakah anda seorang peramal?” Aku menjawab, “Tidak. Namun Alloh mengilhamkan hal itu kepadaku.” Maka hal tersebut disampaikan kepada bapaknya, sehingga ia berusaha keras hingga Imam Nawawi mampu menghafal Al-Qur’an mendekati usia baligh. (Badwilan, 2008: 16)

Bagaimana dengan anak-anak SD hari ini? Apakah kesibukan mereka? Adakah yang menghafal Al-Quran? Saya belum tahu. Yang saya tahu, kebanyakan dari mereka mengisi hari-harinya dengan bermain dan bermain.

Anak Hafal Al-Quran adalah Peran Orang Tua

Penulis buku Kaifa Tahfazh Al-Quran fi Asyri Khuthuwat menuturkan,

Kini ia berumur 30 tahun. Ia telah menamatkan hafalan Al-Quran ketika berumur 10 tahun. Berawal dari saat ayahnya mengajaknya shalat di masjid. Ketika itu umurnya belum mencapai empat tahun.

Saat keduanya kembali ke rumah, sang ayah dikejutkan dengan bacaan anaknya yang mengikuti sebagian ayat yang dibaca oleh imam ketika shalat.

Sang ayah lantas memutuskan untuk mentalqin bacaan surat-surat pendek (seperti surat Al-Fatihah, An-Naas, al-Ikhlas) kepada anaknya kemudian si anak pun mengikuti bacaan ayahnya. Demikiaanlah yang dilakukan ayahnya setiap hari sampai anak tersebut hafal kumpulan surat pendek saat berumur empat tahun.

Aktivitas seperti ini berlanjut hingga sang anak berumur enam tahun. Ia telah menghafal tiga juz Al-Quran. Kemudian sang ayah menyerahkan anaknya kepada seorang Syaikh hafizh Al-Quran untuk menyempurnakan hafalannya. Anak tersebut melanjutkan hafalannya dengan cara mendengarkan samapai berumur delapan tahun.

Setelah itu ia melanjutkan hafalan dengan membaca mushaf dan akhirnya ia dapat menamatkan hafalannya saat berumur sepuluh tahun.

Saat ini dia adalah seorang imam di masjid, khususnya pada waktu shalat Tarawih. Segala puji hanya milik Allah.

Usianya Baru 12 Tahun Mampu menghafal Ayat dan Nomor Ayatnya

Syaikh Muhammad Ad-Duwaisy menuturkan, “Ketika saya menjadi anggota Lajnah Al-Quran di sebuah lembaga sosial yang berkecimpung dalam bidang tahfizh Al-Qur’an, di antara peserta yang hadir ada seorang bocah yang usianya belum genap 10 tahun mampu menghafal Al-Qur’an secara penuh. Saya mengujinya untuk membaca sebuah ayat yang sangat sulit bagi para hafizh untuk dihafal. Namun, ia mampu menghafalnya tanpa ada yang salah meskipun satu huruf. Bahkan, salah satu peserta yang hadir baru berusia 7 tahun mampu menghafal Al-Qur’an secara sempurna. Demikian pula, seorang pemuda berusia 12 tahun mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan mampu menghafalnya berdasarkan urutan nomornya.”

Anak Berusia 10 Tahun Mampu Hafal Al-Quran dengan Sejumlah Qiro’ah, Shohihul Bukhori, Dan Shohih Muslim

Ahmad Salim Badwilan dalam bukunya Nisaa-un laa ya’rifnal ya’s mengisahkan:

Sebuah keajaiban di masa yang amat langka ditemukan keajaiban. Sebuah kesempurnaan berupa kecerdasan nan sempurna yang amat jarang ditemukan yang memiliki keunggulan dan prestasi yang menempatkannya di barisan orang-orang dewasa, meski usianya masih belia.

Anak ajaib tersebut adalah ‘Abdulloh Muhammad Jabr. Ia bukan anak biasa. Tetapi, ia adalah salah satu tanda kekuasaan Alloh dalam hal menghafal Al-Quranul Karim, hadits-hadits Nabi, menguasai madzhab-madzhab fikih, dan mahir ceramah di atas mimbar.

Pandangan, perhatian, dan pikiran tertuju padanya saat musabaqoh-musabaqoh tingkat lokal, negara, maupun internasional. Ia ikut serta dalam musabaqoh hafalan Al-Qur’an tingkat internasional di Saudi Arabia. Meski banyak peserta lomba yang mengikuti dengan keunggulan dan keistimewaan mereka masing-masing, namun ia mampu mengungguli mereka semua dan meraih juara pertama.

  • Kecerdasannya Membawanya dari Kelas 3 SD Langsung ke Tingkat SMP

Syaikh Al-Azhar merasa kagum dan memuji kecerdasannya. Lalu, ia mengeluarkan ketetapan khusus yang baru pertama kali dikeluarkan dalam sejarah Al-Azhar. Yaitu, pemindahan anak tersebut dan memasukkannya di kelas 1 SMP yang sebelumnya ia tercatat sebagai murid kelas 3 SD.

Ayahnya, Ir. Muhammad Habr menuturkan, “Aku telah mencermati ketergantungan anakku dengan TV, hingga ia mampu menghafal berbagai iklan yang ada di TV dalam bentuk yang luar biasa. Maka, TV tersebut segera aku jual dan menghubungi para penghafal Al-Quran untuk mendidiknya. Ternyata sambutan anakku luar biasa terhadap masalah ini dan menjadi obyek perhatian bagi para pendidik tersebut. Hingga dalam sehari ia mampu menghafal seperempat Al-Qur’an. Hafalannya bukan seperti hafalan biasa, tapi ia mampu menghafal dengan Qiro’atus Sab’ah beserta nomor ayatnya.”

Sang ayah melanjutkan kisah perjalanan anaknya, “Salah seorang ustadz pada Fakultas Ushuluddin di Manshuroh membawanya untuk menghafal Shohih Bukhori dan Shohih Muslim serta beberapa syarah kitab. Ia mampu menyelesaikannya dalam waktu 1 tahun, setelah itu ia melatihnya untuk menyampaikan ceramah dan kajian-kajian keagamaan selepas waktu sholat. Semua orang pun memujinya.”

 

  • Seorang Murid SD Menyampaikan Ceramah di Hadapan Syaikh Al-Azhar

Muhammad Jabr mengikuti musabaqoh tahfizh Al-Quran tingkat nasional di Arab Saudi dan mendapatkan juara pertama. Setelah itu ia mengikuti musabaqoh tingkat internasional dan meraih juara pertama yang menjadikannya sebagai pusat perhatian semua orang.

Dalam sebuah kesempatan Muhammad Jabr menyampaikan ceramah di hadapan Syaikh Al-Azhar dalam acara wisuda pelepasan mahasiswa Al-Bu’uts Al-Islamiyyah. Hadiah yang langsung ia terima adalah berupa penetapan khusus yang memperkenankan dirinya untuk naik ke kelas 1 SMP setelah Syaikh Al-Azhar menyatakan bahwa kemampuannya di atas mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi.

Anak ajaib, Muhammad Jabr, mengatakan, “Semakin bertambah penghargaan yang aku terima maka aku semakin bersemangat untuk mencari ilmu-ilmu syar’i. Semoga Alloh memberikan manfaat dengannya. Aku membaca ayat, hanya satu atau dua kali saja maka aku mampu menghafalnya. Aku mengulangi bacaan Al-Qur’an sebulan sekali. Aku berdoa kepada Alloh untuk dapat menyelesaikan pendidikanku di Al-Azhar hingga aku mendapat gelar doktor kemudian memfokuskan diri dalam berdakwah di dalam dan luar negeri.”

Sebagai tambahan anak ini mahir berbahasa Inggris hingga ia menguasai apa yang terjadi di dunia. Sebab seorang dai hendaknya tidak mengasingkan diri dari realita, bahkan seharusnya ia menjadikannya sebagai tema-tema pembicaraan.

 

Daftar Pustaka

Badwilan, Ahmad Salim. 2008. Seni Menghafal Al-Quran; Resep Manjur Menghafal Al-Quran yang Telah Terbukti Keampuhannya. Terj. Abu Hudzaifah. Judul asli “Nisaa-un laa ya’rifnal ya’s”.  Solo: Wacana Ilmiah Press.

Hamam, Hasan bin Ahmad bin Hasan. 2008. Menghafal Al-Quran Itu Mudah. Terj Ummu Fawwaz. Judul asli “Kaifa Tahfazh Al-Quran fi Asyri Khuthuwat”. Jakarta: Pustaka At-Tazkia.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s