Faidah Memperdengarkan Hafalan (Tasmi’) kepada Orang Lain


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Faidah tasmi’ diantaranya:

1. Anda akan bertambah giat dan semangat jika memiliki seorang pengawas. Setiapkali teringat bahwa Anda harus memperdengarkan hafalan kepada Ustadz Anda, maka Anda akan bertambah giat untuk menghafal, bahkan Anda akan berusaha untuk mengulang-ulang hafalan Anda supaya tidak melakukan kesalahan ketika memperdengarkannya.

2. Tasmi’ kepada orang lain merupakan salah satu sebab yang menumbuhkan ketekunan untuk senantiasa menghafal. Apalagi jika orang yang mendengarkan hafalan Anda adalah seorang yang hafal dan mencintai Al-Quran, maka ia akan senantiasa memberi semangat apabila Anda sedang merasa malas dan menguatkan Anda ketika sedang lemah dengan izin Allah.

3. Perbaikilah kesalahan-kesalahan Anda sedari awal. Hal ini sangat memungkinkan Anda untuk memperdengarkan hafalan pada diri sendiri. Benar, ini adalah urusan mudah. Akan tetapi mungkin Anda salah dalam menghafal satu ayat, sedangkan Anda terus mengulang-ulangnya dengan gembira seolah Anda sudah benar menghafalnya.

Hingga pada suatu hari, ketika Anda membaca ayat tersebut di depan salah seorang teman Anda, tiba-tiba teman Anda tersenyum sambil membetulkan hafalan Anda. Ya, itu sering terjadi. Oleh karena itu, saya tidak ingin Anda terjatuh ke dalam kesalahan seperti itu.

4. Anda tidak akan lupa pada salah satu kata yang Anda melakukan kesalahan disana. Ketika melakukan tasmi’, kesalahan Anda yang dibetulkan oleh Ustadz akan benar-benar terekam dalam pikiran. Maka setiapkali Anda lewat pada ayat tersebut, Anda tidak akan lupa. Hal ini sudah terbukti dan diakui kenyataannya.

5. Ketika Anda melakukan kesalahan sekali atau dua kali, maka Anda akan bersungguh-sungguh pada kali berikutnya agar tidak terjatuh dalam kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Anda akan semakin berhati-hati dan konsentrasi kedepannya.

6. Melalui majelis tasmi’ ini, Anda akan mendapatkan faidah memahami dan belajar seputar ilmu-ilmu Al-Quran seperti hukum-hukum tajwid, makna kata-kata Al-Quran, atau belajar adab dan akhlak dari ustadz dan pengajar Anda. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang mengambil adab tata krama dari Al-Quran, ia akan seperti orang yang diajari adab tata krama oleh al-Quran yang mulia.

7. Dengan menunjukkan semangat dan giat menghafal Al-Quran, maka Anda sudah menjadi seorang penyeru kepada Al-Quran dengan perbuatan dan keadaan Anda.

Dakwah di jalan Allah dengan contoh perbuatan termasuk salah satu wasilah (sarana) untuk menarik orang lain. Barangkali tetangga, teman, saudara atau saudari Anda akan melihat Anda selalu pergi ke Ustadz dan pulang darinya, sebuah rutinitas yang saat itu telah Anda lakukan setiap akhir pekan.

Maka orang-orang di sekitar Anda pun menjadi tertarik, bersemangat dan bersungguh-sungguh mencintai Al-Quran, serta giat menghafal dan tasmi’ hafalan. Dan itu dicatatkan sebagai pahala untuk Anda seperti ganjaran dan pahalanya.

(Dikutip dari Revolusi Menghafal Al-Quran, Yahya Abdul Fattah Az-Zawawi, hal 86-88)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s