Panen ‘Kebaikan’ di Tengah Malam


“Tidak ada sesuatu yang aku rasakan di dalam hati yang lebih nikmat selain shalat malam” (Tsabit Al-Bannany)

Shalat yang paling utama—setelah shalat wajib—adalah shalat malam. Shalat tersebut adalah kebiasaan orang-orang terbaik seebelum kita dan juga kegemaran orang-orang shalih.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam. Sebab, shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, bisa mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, penghapus keburukan-keburukan dan bisa mencegah seseorang dari berbuat dosa.” (HR Tirmidzi, Hakim, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Abi Dunya. Syaikh Al-Albani berkata dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, “Hasan li ghoirihi”)

Tidaklah aneh bila generasi terdahulu tidak pernah luput apalagi melalaikan waktu-waktu malam mereka. Para pendahulu kita yang sholeh itu senantiasa mengisi kesunyian itu dengan shalat malam.

Inilah Thawus bin Kaisan Rahimahullah. Suatu saat ia mengunjungi seseorang di waktu sahur. Orang-orang berkata, “Ia masih tidur.” Maka Thawus berkomentar, “Tidak pernah aku mengira ada orang yang masih tidur di waktu sahur.” (Hilyatul Auliya’ IV/6, dalam An-Nu’aim: 181)

Mengapa mereka begitu getol untuk shalat malam? Karena kelezatan jiwa mereka, salah satunya terdapat pada shalat malam. Berkata Muhammad bin Al-Munkadir, “Tidak ada yang tersisa dari kelezatan dunia kecuali dari tiga hal; shalat malam, bertemu dengan saudara seiman, dan shalat berjamaah di masjid” (Al-Qasim: 91)

Inilah dia Imam Ahlus Sunnah, Ahmad bin Hambal Rahimahullah, telah memberi teladan kepada generasi setelahnya tentang tingginya cita-cita. Kita ikuti sejenak cuplikan hidup beliau yang akan diceritakan oleh putera beliau. “Ayahku selalu membaca Al-Qur’an sebanyak tujuh juz setiap harinya. Beliau tidur sebentar setelah waktu Isya’ kemudian bangun melaksanakan qiyamul lail sampai waktu Shubuh, beliau demikian sibuk dengan shalat dan do’a..” (Al-Qasim: 85)

Tujuh juz setiap harinya!! Sebuah konsistensi yang luar biasa. Bagaimana dengan keadaan muslimin yang mengaku cinta Allah? Namun tak terlintas di benak mereka untuk membaca Al-Qur’an, walaupun satu juz per hari?  Hanya kepada-Nya kita berlindung dari kelemahan untuk beribadah.

Betapa mereka berlomba untuk menggapai derajat yang tinggi, bahkan tertinggi. Derajat yang tak akan tergapai oleh manusia yang lemah keinginan. Melainkan, hanya akan tercapai oleh insan yang memiliki keinginan yang tinggi dan disertai niat yang benar. Semoga kita termasuk golongan tersebut. Allahumma amin.

Apakah yang menjadikan mereka begitu bersegera untuk beranjak bangun dari kelalaian dan berlari untuk menuju barisan pertama nan utama? Yang menjadikan mereka demikian adalah keutamaan-keutamaan shalat malam, apakah keutamaan-ketumaan tersebut ?

KEUTAMAAN SHALAT MALAM

Wahai saudaraku, shalat malam adalah harta simpanan yang tak terukur dengan seluruh timbangan dunia dan ia memiliki keutamaan yang agung (Al-Qahthani, 103-111), diantaranya:

  • Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam sangat memperhatikan shalat malam hingga bengkak kedua telapak kaki

Ibunda Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bertutur tentang beliau, “Sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam  shalat malam hingga merekah kedua telapak kakinya.” Ibunda Aisyah bertanya kepada beliau, ”Mengapa engkau melakukan hal ini, wahai Rosulullah? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala   telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”, Beliau menjawab, “Apa aku tidak ingin menjadi hamba yang bersyukur?” (HR Bukhori dan Muslim)

Betul, mengapa kita tidak menjadi hamba-Nya yang bersyukur sebagaimana uswah kita bersyukur kepada-Nya? Hanya kepada-Nya lah kita memohon pertolongan.

  • Termasuk sebab bagi seseorang untuk bisa masuk Surga

Inilah empat tips yang diwasiatkan Rasul Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam:

 “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilahlah makan kepada fakir miskin, sambunglah silaturrahmi dan shalatlah di waktu malam ketika manusia terlelap tidur, niscaya engkau masuk syurga dengan aman” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah dan dalam Irwaaul Ghalil)

  • Shalat malam termasuk penyebab terangkatnya derajat di kamar-kamar Surga

Diriwayatkan dari Abu Malik Al Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu  bahwasanya Rosulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam  pernah bersabda :

“Sungguh dalam surga terdapat kamar-kamar yang bagian dalamnya terlihat dari luar dan bagian luarnya terlihat dari dalam. Kamar-kamar itu Allah sediakan untuk orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, mengiringi puasa Ramadhan, menebar salam dan shalat malam di saat manusia terlelap tidur”. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan At-Tirmidzi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi dan dalam Shahihul Jami’)

  •  Orang-orang yang membiasakan shalat malam adalah muhsinun (orang-orang yang berbuat ihsan dalam ibadah) sehingga layak untuk mendapatkan rahmat Allah dan surga-Nya.

“Di waktu malam, sedikit sekali mereka tidur. Dan pada waktu sahur mereka beristighfar” (Adz-Dzariat 17-18)

  • Allah memuji orang-orang yang bangun malam termasuk hamba-hambaNya yang shalih dan hamba-hamba Ar-Rahman.

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” (Al-Furqon 64)

  • Allah memberi persaksian terhadap iman mereka yang sempurna.

“Sesungguhnya orang yang beriman kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka.” (As-Sajdah 14-16)

  • Allah tidak menyamakan mereka dengan yang lain dari kalangan yang memiliki sifat seperti mereka.

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar 9)

  • Penghapus dosa dan kesalahan

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam  bersabda : ”Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa”. (HR. At-Tirmidzi)

  • Shalat paling utama setelah shalat fardhu

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, ”Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam, bulannya Allah. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”. (HR. Muslim)

  • Kemuliaan orang beriman dengan shalat malam

Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘Anhu berkata :”Pernah Jibril datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam  lalu berkata : ”Hai Muhammad, hiduplah sesukamu karena kau pasti akan mati. Cintailah siapa saja orang yang kau suka karena sungguh kau akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesukamu karena sesungguhnya kau akan dibalas dengan perbuatanmu itu. ‘Kemudian Jibril berkata,”Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman adalah dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.” (HR. Al Hakim, dihasankan oleh Al-Albani)

  • Pelakunya berhak mendapatkan iri dari orang lain

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Tidak dibolehkan bersikap hasad selain terhadap dua orang: Orang yang diberi anugerah hafal Al-Quran, lalu ia gunakan untuk melakukan shalat malam dan shalat di siang hari; dan orang yang Allah berikan anugerah harta, lalu ia gunakan untuk berinfak siang dan malam.” (HR Muslim)

  • Membaca Al-Quran dalam shalat adalah harta yang tak ternilai

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam  bersabda, “Barangsiapa yang shalat dengan membaca 10 ayat Al-Quran, maka akan dihindarkan dirinya sebagai orang-orang yang lalai. Barangsiapa yang shalat dengan membaca 100 ayat, akan ditetapkan dirinya sebagai orang-orang yang khusyu. Barangsiapa yang shalat dengan membaca 1.000 ayat, akan ditetapkan dirinya sebagai muqantharin”  (HR Abu Daud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud).

Muqantharin artinya adalah orang yang mendapatkan pahala sebesar qinthar (sebesar gunung). Lihat At-Targhib wat Tarhib oleh Al-Mundziri I: 495 (dalam Al-Qahthani, 111).

 

PERKARA YANG MEMBANTU UNTUK SHALAT MALAM

1. Jangan banyak makan yang berakibat juga akan banyak minum, dan akibatnya akan selalu tidur dan berat untuk melaksanakan shalat malam.

2. Jangan melelahkan diri sendiri dengan pekerjaan dan kesibukan yang akan sangat membuat payah anggota badan serta melemahkan pesendian. Karena semuanya ini akan menyebabkan mudah untuk tidur.

3. Jangan meninggalkan tidur siang meskipun sebentar. Karena tidur siang adalah sunnah yang akan membantu dalam melaksanakan shalat malam.

4. Bersihkan hati dari kedengkian kepada kaum muslimin, dari perbuatan bid’ah, dari khurafat dan dari kesenangan-kesenangan dunia. Sebab semua penyakit ini bisa memalingkan seseorang dari ketaatan kepada Allah Ta’ala.

5. Jangan berbuat dosa di siang hari. Karena sesungguhnya perbuatan dosa akan mengeraskan hati dan menjadi penghalang diri anda dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6.  Adanya rasa takut (terhadap kejadian di hari akhir) yang selalu ada di dalam hati serta tidak panjangnya angan-angan. Juga selalu berfikir dan merenung tentang huru-hara hari kiamat serta gejolak neraka Jahannam. (Al-Qosim: 95-96)

 Daftar Rujukan:

An-Nu’aim, Muhammad bin Ibrahim. 2007. Memesan Kursi Tertinggi di Surga. Solo: Wacana Ilmiah Press.

Al-Qahthani, Sa’id bin Ali bin Wahf. 2005. Kumpulan Shalat Sunnah & Keutamaannya. Jakarta: Darul Haq.

Al-Qosim, Abdul Malik. tt. Yang Mereka Lakukan di Tengah Malam. Solo: Pustaka At-Tibyan.

(Diterbitkan dalam buletin “Husnul Khotimah” Edisi 86 tahun V, 20 Dzulqa’dah 1430 H / 8 November 2009. Dan diterbitkan pula dalam buletin “Al-Manar” Edisi 14 tahun I, 20 November 2009 / 2 Dzulhijjah 1430 H)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s