Faidah tentang Menulis


Muhammad bin Hazm menyebutkan bahwa tujuan seorang muslim yang baik dalam membuat karya tulis ialah,

“Membuat inovasi baru; melengkapi sesuatu yang kurang; menjelaskan sesuatu yang rumit; meringkas sesuatu yang panjang tanpa mengurangi esensinya; menghimpun sesuatu yang berserakan; menata sesuatu yang absurd; atau mengoreksi kesalahan penulis.”

(Rasail Ibnu Hazm al-Andalusi (2/186), dikutip dari Al-Kitab al-Islami al-Mu’ashir, Ash-Shuyan) (Dikutip dari Melejitkan Potensi Diri, Adil bin Muhammad Al-Abd, Pustaka Elba, hal. 117)

Al-‘Imaad Al-Ashfahani Rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya aku berpendapat, bahwasanya seseorang tidaklah menulis satu buku pada harinya melainkan dia akan berkata pada keesokan harinya: Jika saja ini dirubah, pasti akan lebih baik. Jika saja ini ditambahkan, pasti akan terlihat bagus. Jika saja ini dikedepankan, pasti lebih afdhol. Dan jika saja ini dihapus, pasti akan lebih indah. Ini merupakan ibrah atau pelajaran yang sangat mulia, juga merupakan bukti akan kekurangan manusia secara global.”

(Dikutip dari 175 Jalan Menuju Surga Allah Subhanahu wa Ta’ala, oleh Nayef bin Mamduh bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Pustaka Darul Ilmi: Bogor, 2008, hal. 8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s