Memanfaatkan Waktu untuk Menulis dan Mengarang


Memanfaatkan Waktu untuk Menulis dan Mengarang

Oleh: Abul Qa’qa’ Muhammad bin Shalih

Di antara ladang pengisi waktu adalah memanfaatkannya untuk menulis dan membuat buku-buku agama yang berguna, baik buku besar yang berjilid-jilid atau buku-buku kecil yang bermanfaat. Karena menulis selain sebagai sarana menjaga waktu, ia juga merupakan ibadah yang berpahala untuk seorang hamba di kuburnya. Betapa besar harta rampasan perang ini. Betapa menguntungkannya kegiatan ini.

Tetapi harus dipahami, bahwa ajakan saya ini tidak berarti saya mengajak membuka pintu tulis-menulis dalam bidang agama untuk sembarang orang. Lalu orang-orang yang baru berilmu separuh atau seperempat bahkan orang-orang bodoh, ramai-ramai menulis buku. Tidak!, sekali lagi tidak! Kami tidak mengajak demikian, karena keburukannya luas, musibah dan kemungkarannya yang berbahaya. Ilmu syari yang ditangani oleh orang-orang bodoh dan orang-orang yang mengaku pintar adalah bahaya besar.

Yang kami maksudkan adalah para ahli ilmu dan para ulama yang mempunyai keahlian ilmiah dan ilmu yang mumpuni. Adapun orang yang belum sampai pada tingkatan ini, maka karya tulisannya disimpan terlebih dahulu sampai mencapai tingkat kematangan ilmu. Dalam kondisi itu dia bisa memilah dan mengoreksi tulisan-tulisannya yang lalu dan menata kembali pemikirannya, setelah itu dikeluarkan dalam bentuk buku agar manfaatnya menjadi luas.

(Dikutip dari: 125 Kiat Salaf Menjadikan Waktu Produktif, hal. 348-349, Surabaya: Elba)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s