Mengetahui Keadaan Salaf dalam Bidang Tulis Menulis


Mengetahui Keadaan Salaf dalam Bidang Tulis Menulis

Oleh: Abul Qa’qa’ Muhammad bin Shalih

 

Para Salafush Shalih telah memberi teladan mengagumkan dalam memanfaatkan dan menggunakan waktu untuk menulis buku-buku dan risalah-risalah ilmiah syar’iyah. Marilah kita menelusuri lembaran sejarah Islam yang mulia untuk mengetahui beberapa berita dalam bidang ini.

Al-Qadli Abu Bakar Muhammad bin At-Thayyib Al-Baqillani Rahimahullah melakukan qiyamul lail dua puluh rakaat. Dia tidak tidur sebelum menulis 35 halaman dari hafalannya. (Ad-Dibaj Al-Madzhab, Ibnu Farhun Al-Maliki) Beginilah semangat yang semestinya.

Ustadz Muhammad Al-Hajawi berkata, “Ibnu Abid Dunya rahimahullah meninggalkan 1000 kitab, Ibnu Asakir menyusun bukunya Tarikh Damaskus sebanyak 80 jilid. Abu Abdillah Al-Hakim An-Naisaburi menulis 1500 juz. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyusun 300 kitab untuk berbagai disiplin ilmu dalam 500 jilid. Muridnya, Ibnul Qayyim menyusun sekitar 50 jilid. Al-Baihaqi menulis 1000 juz. Imam Abu Bakar bin Al-Arabi Al-Maliki menulis tafsirnya yang besar dalam 80 juz, Abu Ja’far At-Thahawi menulis 1000 lembar dalam satu masalah, yaitu apakah Rasulullah berhaji secara ifrad, Qiran,atau Tamattu’? Dan karya tulis Abdul Malik bin Habib, seorang ulama Andalus mencapai 1000 kitab. (Al-Fikrus Sami fi Tarikhil Fiqhil Islami, Al-Hajawi)

Ibnu Jauzi menceritakan dirinya sendiri, “Saya menulis dengan kedua jariku ini dua ribu jilid dan orang yang bertobat di tanganku ada seratus ribu orang.” (Dzail Thabaqat Al-Hanabilah, Ibnu Rajab Al-Hambali, 1/410) Seandainya kita memperkirakan satu jilid berjumlah seratus lembar, maka 100 x 2000 = 200.000 lembar atau 400.000 halaman. Karena satu lembar terdiri dari dua halaman, tentu ini adalah angka yang mencengangkan. Oleh sebab itu, Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata tentang Ibnul Jauzi, “Adalah Syaikh Abul Faraj (yakni Ibnu Jauzi) adalah seorang mufti, penulis yang sangat produktif. Ia mempunyai karya buku-buku di berbagai bidang ilmu, aku menghitungnya mencapai 1000 kitab lebih.” (Dzail Thabaqat Al-Hanbilah, Ibnu Rajab Al-Hambali,1/415)

Ibnu Rajab Al-Hambali berkomentar tentang Ibnul Jauzi, “Tidak ada satu displin ilmupun kecuali dia mempunyai karya ilmiah di dalamnya. Dan Ibnul Jauzi ditanya tentang jumlah hasil karyanya. Dia menjawab,”Tiga ratus empat puluh kitab lebih.” Dan Al-Muwaffaq Abdul Lathif berkata,”Adalah Ibnul Jauzi tidak menyia-nyiakan waktunya sadikitpun. Setiap hari dia menulis empat lembar. Setiap tahun telah tertumpuk lima puluh atau enam puluh jilid.” (Dzail Thabaqat Al-Hanabilah, Ibnu Rajab Al-Hambali,1/412)

Al-Qummi menyebutkan bahwa bekas rautan pena Ibnul Jauzi yang dipakai menulis hadis terkumpul dalam jumlah besar. Maka Ibnul Jauzi mewasiatkan agar bekas rautan itu digunakan untuk menjerang air yang akan digunakan untuk memandikan jenazahnya Hal itupun dilakukan. Rautan itu cukup bahkan lebih (Al-Alqab wal Kuna, Al-Qummi 1/242). Wahai pemuda Islam, apabila rautan penanya terkumpul sedemikian banyak, lalu bagaimana menurutmu dengan kitab yang ditulis dengan pena-pena tersebut?

Al-Kautsari berkata, ”Tafsir Abu Yusuf Al-Qazwini yang dikenal dengan Hada’iq Dzatu Bahjah, paling sedikit dikatakan bahwa ia terdiri dari 300 jilid, dan Al-Hafidh Ibnu Syahin mempunyai tafsir terdiri dari 1000 juz hadis. Al-Qadli Abu Bakar bin Al-Arabi mempunyai buku Anwarul Fajri dalam tafsir terdiri dari sekitar 80.000 lembar. Ibnu An-Naqib Al-Mqdisi mempunyai tafsir yang hamper mencapai 100 jilid.” (Maqalaatul Kautsari, Muhammad Zahid Al-Kautsari)

Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata, “Saya menulis dengan kedua tanganku ini sebanyak satu juz hadis.” Adz-Dzahabi memberi komentar, “Yakni dengan jumlah yang terulang-ulang, ini dari satu hadis.” (Siyar A’lamin Nubala, 11/71)

Ketika Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali menyebutkan biografi Syaikh Abul Wafa Ibnu Aqil rahimahullah dan menyinggung bukunya, Al-Funun berkata, “Tidak ada buku di dunia yang ditulis lebih besar dari buku ini. Seorang yang melihat jilid tertentu sesudah jilid ke empat ratus menyampaikan ha itu kepada saya, dan Abu Hafsh Umar bin Ali Al-Qazwini mengatakan kepadaku di Baghdad. “Saya mendengar sebagian Syaikh kami berkata, “Buku Al-Funun terdiri dari 800 jilid.” (Dzail Thabaqat Al-Hanabilah, Ibnu Rajab 1/188) Wahai pemuda Isloam, lihatlah bagaimana semangat Salafush Shalih.

As-Subki menyebutkan bahwa Abu Muhammad bin Hazm Adh-Dhahiri seorang alim terkenal rahimahullah meninggalkan 400 jilid yang terdiri dari 80.000 lembar. (Thabaqat Asy-Syafi’iyyah, As-Subki).

Wahai sejarah, catatlah kebanggaan Salafush Shalih yang agung ini dan sebarkanlah kepada seluruh manusia.

(Dikutip dari: 125 Kiat Salaf Menjadikan Waktu Produktif, hal. 350-353, Surabaya: Elba)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s