Bahaya Kesyirikan


Pembaca yang dirahmati Allah, di edisi bulan yang lalu telah kita bahas bahwa mengenai pengertian dan pembagian Tauhid. Pada edisi ini, penulis akan melanjutkan dengan pembahasan Syirik dan bahaya yang terdapat dalamnya.

PENGERTIAN SYIRIK

Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam Rububiyyah dan Uluhiyyah Allah U. Umumnya menyekutukan dalam Uluhiyyah Allah, yaitu hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah disamping berdo’a kepada Allah, atau memalingkan suatu bentuk ibadah seperti menyembelih (kurban), bernadzar, berdo’a dan sebagainya kepada selain-Nya.

Ibnu Mas’ud t meriwayatkan, aku bertanya kepada Nabi r, “Dosa apakah yang paling besar?” Beliau menjawab: “Yaitu engkau menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah sedangkan Dialah yang menciptakanmu.” (HR Bukhari & Muslim)

BENTUK-BENTUK KESYIRIKAN

  • Mempercayai dan mendatangi dukun, paranormal, tukang sihir, orang pintar, tukang ramal, atau sejenisnya.
  • Meminta-minta ke kuburan Nabi, orang shalih atau yang selainnya.
  • Mempercayai jimat, ramalan bintang, dan lainnya.
  • Mempercayai dan menggunakan jampi-jampi dan pelet, dll.

BAHAYA SYIRIK

Diantara bahaya syirik:

  1. Syirik merupakan kezhaliman yang terbesar.

Yaitu zhalim terhadap kebenaran. Sebab hakikat kebenaran yang paling agung adalah Laa ilaha Illallah (Tidak ada Sesembahan yang berhak selain Allah).

Allah U menjelaskan, “…sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar” (QS Luqman: 13)

  1. Orang yang berbuat syirik diharamkan oleh Allah U untuk masuk surga dan tempatnya adalah neraka, Allah menjelaskan, “…Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al-Maa-idah: 72)

Rasulullah r bersabda, “Barangsiapa meninggal sedang ia berdo’a (menyembah) kepada selain Allah sebagai tandingan (sekutu), niscaya ia masuk Neraka.” (HR Bukhari)

  1. Orang yang berbuat syirik adalah orang yang paling sesat.

Allah U menyebutkan, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS An-Nisaa’: 116)

  1. Syirik sumber dari segala keta-kutan dan kecemasan.

Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, rasa putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. Allah U menyebutkan: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. (Ali-Imran: 151)

 

  1. Syirik menghapuskan pahala segala amal kebaikan.

Allah U menjelaskan, “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Az-Zumar: 65)

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya leyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’aam: 88).

  1. Syirik adalah sumber khurafat.

Sebab orang yang mempercayai adanya sesuatu yang bisa memberi pengaruh selain Allah di alam ini, baik berupa bintang, jin, arwah, atau hantu berarti menjadikan akalnya siap menerima segala macam khurafat (takhayul), serta mempercayai para dajjal (pendusta).

Oleh karena itu, dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kesyirikan: dukun, tukang ramal, ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Sebab, mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang sudah tidak lagi mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah).

Khurafat telah membawa kaum kuburiyun untuk membuat klasifikasi dan spesialisasi bagi kuburan. Ada kuburan khusus untuk memenuhi hajat, ada kuburan khusus untuk menyembuhkan penyakit-penyakit batin. Ada kuburan khusus untuk kemandulan, ada kuburan khusus untuk penyakit perempuan, dst. Di daerah Ma’an, Yordania ada sebuah kuburan khusus untuk penyakit wanita. Di Thanta, Mesir ada sebuah kuburan khusus untuk kemandulan, dst.

  1. Syirik memecah belah umat.

Sebagaimana Allah U menjelaskan,  Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar-Ruum: 31-32)

 

  1. Kesyirikan membuat orang untuk malas berbuat hal yang bermanfaat.

Pelaku kesyirikan mengandalkan  para perantara, sehingga mereka meninggalkan perbuatan yang bermanfaat, baik untuk dunia maupun akhirat.

Dalam urusan dunia, kesyirikan menyeret manusia kepada kemunduran, tertinggal gerbang peradaban dalam satu masa yang amat penting dalam sejarah.

Eropa dulu hidup dalam kegelapan yang pekat, sementara seluruh umat yang lain berlomba-lomba menimba dari ulama-ulama Islam tentang Ilmu Kedokteran, Kimia, dll.

Akan tetapi banyak umat Islam yang telah terjangkit kesyirikan (diantaranya virus paganisme), sudah merasa cukup dengan kuburan, tidak memerlukan lagi berbagai ilmu yang bermanfaat, maka roda peradaban Islam menjadi mandeg dan berhenti, berpindah dan berputarlah peradaban itu pada umat yang lain.

Di antara bentuk urusan dunia yang ditelantarkan adalah masalah militer. Hal ini tampak pada para pengagung kuburan. Orang-orang kuburiyah (pengagung kuburan) menjadikan seorang wali sebagai penolak (penangkal) rudal-rudal, misalnya di Fayyum Mesir, mereka mengklaim bahwa yang menyelamatkan kota dari kehancuran selama perang dunia kedua adalah wali ar-Rubi, berkat pertolongannya arah bom-bom dipindahkan ke laut Yusuf.

Ketika pasukan Rusia menyerbu kota Bukhara, manusia berhamburan beristighatsah dengan kuburan Syah Naqsaband. Tentu saja dia tidak bisa memberi manfaat sama sekali.

  1. Syirik merendahkan martabat.

 Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka, baik berdo’a, beristi’anah, beristighatsah, menyembelih (kurban) dan sebagainya yang termasuk perbuatan yang ditujukan kepada selain Allah. Ini adalah kesyirikan.

Allah U menyatakan, “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. (Al-Hajj: 20-21)

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diter-bangkan angin ketempat yang jauh”. (Al-Hajj: 31)

 

SUMBER RUJUKAN:

  • Jalan Golongan yang Selamat, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu. Penerbit Yayasan al-Sofwa.
  • Kuburan Agung, Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi. Penerbit: Darul Haq.
  • Prinsip Dasar Islam, Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Pustaka at-Taqwa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s