Tauhid, Hakikat dan Kedudukannya


Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Allah  Subhanahu wa Ta’ala kepada setiap hamba-Nya. Oleh karenanya, setiap muslim wajib untuk mengetahui hakikat dan kedudukannya. Kedudukan tauhid tersebut antara lain:

  1. Hakikat tujuan penciptaan jin dan manusia

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan tujuan penciptaan manusia dan jin, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ [الذاريات/56]

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (QS. Adz Dzaariyaat : 56).

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan mengatakan, ‘Allah mengabarkan bahwa Allah tidaklah menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepada-Nya, maka ayat ini adalah penjelasan tentang hikmah penciptaan manusia dan jin. Allah tidak menginginkan apapun dari mereka sebagaimana keinginan seorang tuan dari budaknya, berupa bantuan rezeki dan makanan, kecuali bahwa keinginan Allah hanyalah kemaslahatan untuk mereka.”

  1. Hakikat tujuan pengutusan para rasul dan materi dakwah mereka

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus para rasul kepada setiap umat, tujuannya adalah untuk mengajak mereka kepada tauhid. Allah berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ [النحل/36]

“Dan sungguh-sungguh telah Kami utus kepada setiap ummat seorang rasul (yang berkata kepada kaumnya) : Sembahlah Allah dan jauhilah thaaghuut (segala sesembahan selain Allah)” (QS. An Nahl: 36)

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan mengatakan, “Allah telah mengabarkan bahwa Dia telah mengutus seorang rasul pada setiap kelompok dan kurun manusia, yang mengajak kepada manusia untuk beribadah kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya. Allah terus mengutus para rasul-Nya kepada manusia sejak terjadinya kesyirikan pada bani Adam pada zaman Nabi Nuh hingga Allah menutup para nabi dengan nabi Muhammad.”

  1. Kewajiban pertama bagi manusia dewasa lagi berakal

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua (ibu dan bapak), karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.” (QS. An-Nisaa’: 36)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk bertauhid sebelum memerintahkan mereka untuk melakukan kebaikan yang lainnya.

  1. Pelanggaran tauhid (syirik) adalah keharaman yang terbesar

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua…” (QS. Al-An’aam: 151)

Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala mendahulukan penyebutan keharaman syirik sebelum menyebutkan keharaman yang lainnya. Karena keharaman syirik adalah keharaman yang terbesar.

  1. Materi dakwah yang pertama kali harus diserukan

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, beliau berwasiat:

إِنّكَ تَأْتِي قَوْما مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاّ الله وَأَنّي رَسُولُ اللّهِ

 “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari golongan Ahli Kitab, maka serulah mereka untuk bersyahadat bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah melainkan Allah dan bahwasanya aku (Muhammad) adalah utusan Allah…” (HR Al Bukhari  dan Muslim).

Demikian sekilas tentang hakikat dan kedudukan tauhid. Insya Allah di edisi berikutnya akan dilanjutkan pembahasan rincian mengenai tauhid. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s