Keagungan Akhlak Abu Hanifah, Memaafkan Orang yang Mencelanya


Abu Yusuf Rahimahullah berkata,

“Saya datang di majelis Abu Hanifah Rahimahullah, saya duduk. Lalu datang seorang laki-laki. Dia berdiri di salah satu sudut masjid. Dia mulai mencemooh dan menjelek-jelekkan Abu Hanifah. Abu Hanifah tidak menghentikan pembicaraannya dan tidak pula mendengarkan ucapannya, dan tidak seorang pun di majlis Abu Hanifah yang menjawab ucapannya. Sehingga ketika Abu Hanifah telah menyelesaikan pelajarannya, beliau berdiri dan menatap laki-laki itu seraya berkata,

“Ini rumahku, aku akan masuk. Jika masih ada ucapanmu yang tersisa yang ingin kamu katakan, maka teruskanlah agar tidak tertinggal.”

Laki-laki itu malu sendiri, dia berkata, “Maafkanlah aku.”

Abu Hanifah menjawab, “Kamu sudah kumaafkan.”

((Min A’lamit Tarbiyah Al-Islamiyyah (1/137-138). Dinukil dari Manaqib Abu hanifah, karya Muwaffaq Al-Makki (249))

Diketik ulang dari: Menjadi Guru yang Sukses dan Berpengaruh, Muhammad Abdullah Ad-Duweisy, hal. 83)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s