Hancurnya Baghdad karena Penghianatan Penganut Syiah


Oleh Buya Hamka

Kejatuhan Baghdad dan Khalifah Abbasiyah pada abad ke 13 (1238), saat itu Khalifah Al Musta’shim sebagai Khalifah Abbasiyah, berbeda keyakinan dengan perdana menterinya sendiri, Wazir Al Alqamiy.

 Khalifah seorang Sunni bermazhab Syafi’i, sedang Wazir seorang penganut Syiah. Si Wazir telah tahu bahwa pasukan tentara Mongol akan menyerang bagai topan atas kota Bagdad, yang didiami oleh jutaan kaum muslimin. Karena keculasan Wazir terhadap kekuasaan Khalifah, lalu ia bersiasat untuk berkhianat terhadap Islam, kekhalifahan dan rakyatnya, lalu ia tergesa gesa memberikan komando dan memberikan cuti kepada seluruh  prajurit yang mempertahankan Baghdad.

Pada saat daulah Baghdad lengah di segala pertahanan di seluruh penjuru, serbuan Tartar datang dengan dashatnya, tidak ada satupun kekuatan yang membendung pasukan Tartar.

 Khalifah dan seluruh keluarganya ditangkap dan dibunuh. Mulanya Wazir Al Alqamiy dibiarkan hidup, tetapi setelah negeri dihancurkan oleh prajurit Mongol dan Tartar yang menang itu, kota Baghdad hancur menjadi puing dan lebih dari satu juta orang tewas terbunuh, bergelimpangan bangkai jenazah, dan air sungai Dajlah yang mengalir ditengah kota menjadi hitam akibat bekas tinta yang mengalir dari hancurnya jutaan buku buku ilmu pengetahuan Islam yang dihanyutkan ke sungai itu.

 Akhirnya penghianat Al qamiy sendiripun dibunuh oleh Houlako Khan. Dengan terus terang Houlako mengatakan bahwa orang semacam Wazir itu tidak ada gunanya buat hidup. Khalifahnya sendiri dijualnya dan pintu kotanya dibukanya dan musuh dipersilahkan masuk dengan harapan dia akan “terpakai” oleh penguasa yang baru. Houlako Khan mengatakan bahwa orang semacam Wazir ini tidak ada gunanya dilindungi.

 Begitulah jiwa penghianat ini yang lebih menghormati dan bangga dengan kedekatan terhadap musuhnya di banding Kaum Muslim yang beriman, mereka rela korbankan Islam demi kejayaan program musuhnya asalkan keduniaan mereka tercukupi oleh kekuatan musuh yang juga hanya kekuatan makhluk. Dan begitulah akhir dari penghianat, di dunia tak dapat apa apa dan di akherat akan mendapatkan azab yang luar biasa dari Allah SWT, wallahu Alam

Sumber: www.eramuslim.com

Potret Kejahatan Syi’ah dalam Sejarah


Berangkat dari akidah yang rusak dan absurd, sekte Syi’ah kerap menebar kekejian dan kebiadaban kepada kaum muslimin. Sejarah mencatat lembaran demi lembaran kelam kejahatan mereka dan tidak ada seorang pun yang dapat mengingkarinya. Berikut adalah diantara sebagian ‘kecil’ catatan sejarah kejahatan mereka yang digoreskan oleh para ahli sejarah Islam. Mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dan berhati-hati, karena sejarah seringkali terulang.

Jatuhnya Kota Bagdad

Pada tahun 656 H, Hulagu Khan, Raja Tatar berhasil menguasai kota Baghdad yang saat itu menjadi pusat peradaban Islam di bawah kekuasaan Bani Abbasiyyah. Keberhasilan invansi Tatar ini tidak lepas dari peran dua orang Syi’ah. Yang pertama adalah seorang menteri pengkhianat khalifah Muktashim yang bernama Mu`yyiduddin Muhammad Ibnul Alqamy. Dan yang kedua adalah seorang ahli nujum Nashirudin Ath Thusi penasehat Hulagu. Continue reading