Jihad Melawan Hawa Nafsu=Jihad Besar


Begitu populer dan sering disampaikan oleh sebagian da’i,

“Kita kembali dari jihad kecil menuju jihad besar.”

Namun hadits itu adalah Munkar. Berikut perkataan para ulama berkaitan tentang hadits tersebut:

Al-Hafizh al-Iroqi berkata: “Sanadnya lemah.” (Takhrij Ihya’ 2/6)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Hadits ini diriwayatkan dari jalan Isa bin Ibrohim dan Yahya dan Laits bin Abu Sulaim, padahal seluruhnya adalah orang-orang yang lemah.” (Takhrij al-Kasyaf 4/1140/33)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata: “Hadits ini sangat masyhur dan banyak beredar, padahal itu hanyalah perkataan Ibrohim bin Abu Ablah (seorang tabi’in dari Syam) yang diriwayatkan oleh Nasa’i dalam al-Kunna.” (Ad-Durar as-Suyuthi him. 170)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Hadits ini tidak ada asalnya, tidak ada seorang ahli hadits pun yang meriwayatkannya, jihad melawan orang kafir merupakan amalan ketaatan yang paling utama bagi manusia.” (Majmu ‘Fatawa 11/197)[1]


[1] Lihat Silsilah Ahadits Adh-Dhoifah Al-Albani: 2460. Dalam Sepuluh Faidah tentang Jihad, Majalah Al-Furqon VII/6: 62.

Advertisements