Quote

Penyebab Lupa…


Penyebab Lupa

“Sungguh, aku mengetahui bahwa seseorang lupa terhadap ilmu yang diketahuinya dengan sebab dosa yang dilakukannya”
(Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu)

Advertisements

39 Nasehat Syaikh Abdul Aziz As-Sadhan untuk Para Penuntut Ilmu


Nasehat ke-1     : Ikhlash karena Allah dalam menuntut ilmu

Nasehat ke-2     : Bacalah buku tentang ilmu dan etika menuntut ilmu

Nasehat ke-3     : Utamakan yang paling penting dalam menuntut ilmu

Nasehat ke-4     : Hindari sikap sok tahu

Nasehat ke-5     : Memuji Allah ta’ala ketika menyebutkan nama-Nya

Nasehat ke-6     : mengucapkan shalawat dan salam ketika menyebut nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Nasehat ke-7     : Mendoakan keridhoan ketika menyebut nama sahabat Radhiyallahu ‘Anhum

Nasehat ke-8     : Mendoakan kerohmatan ketika mneyebutkan nama ulama

Nasehat ke-9     : Cermat dan teliti dalam mengutip referensi

Nasehat ke-10   : Tidak menisbatkan hadits pada selain Shohihain jika ia ada pada kitab itu

Nasehat ke-11   : Teliti dan cermat dalam mengutip

Nasehat ke-12   : Menghubungkan ungkapan kepada pemiliknya

Nasehat ke-13   : Jangan anggap kecil pelajaran sedikit pun

Nasehat ke-14   : Jangan menyembunyikan ilmu

Nasehat ke-15   : Hati-hati berdalil dengan hadits lemah dan palsu

Nasehat ke-16   : Jangan dhoifkan suatu hadits kecuali setelah meneliti dan bertanya

Nasehat ke-17   : Jangan mengabaikan pertanyaan orang

Nasehat ke-18   : Gunakan buku tulis untuk mencatat pelajaran dan pertanyaan

Nasehat ke-19   : Berusaha membaca pada setiap momentum

Nasehat ke-20   : Waspadai kesibukan dengan hal-hal mubah

Nasehat ke-21   : Jangan sibukan diri dengan suatu yang kurang utama

Nasehat ke-22   : Kunjungi perpustakaan dan bacalah semampunya

Nasehat ke-23   : Menengok koleksi pustaka pribadi

Nasehat ke-24   : Jangan samaratakan  istilah keilmuan yang mirip

Nasehat ke-25   : Bacalah penjelasan istilah para penulis, metode penulisan dan resensi buku

Nasehat ke-26   : Jangan tergesa-gesa memahami perkataan

Nasehat ke-27   : Perbanyaklah membaca buku fatwa

Nasehat ke-28   : Jangan cepat menampik sesuatu secara umum

Nasehat ke-29   : Jika meriwayatkan hadits secara makna, maka jelaskan!

Nasehat ke-30   : Jangan gunakan ungkapan yang memuji diri sendiri

Nasehat ke-31   : Terimalah kritik dan nasihat dengan lapang hati

Nasehat ke-32   : Jangan pedulikan sedikitnya orang yang memperhatikan pelajaran

Nasehat ke-33   : Jangan sia-siakan waktu untuk membahas perkara yang tak bermanfaat

Nasehat ke-34   : Jangan menyibukkan diri dengan pembahasan yang keluar dari konteks

Nasehat ke-35   : Tidak berpindah-pindah buku ketika membaca

Nasehat ke-36   : Jangan berlebihan dalam memilih kata-kata

Nasehat ke-37   : Waspadai berbicara tanpa ilmu

Nasehat ke-38   : Jangan terpengaruh dengan hinaan yang bersifat pribadi

Nasehat ke-39   : Waspadai rasa bosan menuntut ilmu

Penjelasan masing-masing nasehat dapat dibaca dalam buku Ma’alim fi Thariq Thalab al-Ilmi, yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul “Bimbingan Menuntut Ilmu”

Gambar

 

Kajian Spesial Ramadhan “101 Adab Penuntut Ilmu” Bersama Ustadz Abdullah Shaleh Hadrami


Berkata Abdullah Ibnu Mubarak rahimahulloh:
“Aku belajar adab tiga puluh tahun, dan aku belajar ilmu dua puluh tahun dan mereka dulu (salafus sholeh) belajar adab dulu sebelum belajar ilmu (ghayatun nihayah fi thabaqaatil Qurra’ 1/198)

Daftar dan Ikutilah Kajian Kitab Selama Bulan Romadhon 1433 H

Pemateri : Ustadz Abdullah Saleh Al Hadrami
Judul Kitab:

” An-Nubadz Fi Adab Thalabil ‘Ilmi”
(101 Adab Penuntut Ilmu)

Penulis:
Fadiilatusy Syaikh DR. Hamd bin Ibrahim Al-Ustman Hafidhahulloh
(Ulama terkemuka dari Kuwait dan murid Syaikh Utsaimin Rahimahulloh)

Acara diselenggarakan pada:
Tanggal : 1 Romadhon sampai dengan akhir Romadhon 1433 H
Waktu : Jam 16.00 – 17.00 WIB
Tempat : Masjid An Nur Jagalan, Jl. Kapten Piere Tendean 1c/1 Malang

Peserta terbatas
Pendaftaran dimulai tanggal 11 Sya’ban 1433 H (1 Juli 2012 M)
Daftar ulang pada tanggal 27-29 Sya’ban 1433 H (17-19 Juli 2012 M)

Tersedia takjil dan berbuka bagi peserta terdaftar

Tempat pendaftaran : Studio Radio Dakwah Islamiah 100.5 FM
Jl. Kapten Piere Tendean 1c/7c Jagalan Saleyer Malang

Kitab bisa pesan ke panitia, atau download di SINI

Belanja Buku di Toga Mas Malang (3 Juni 2012)


Ba’da Dhuhur berangkat ke Toga Mas untuk belanja buku. Dari sekian buku, akhirnya terpilihlah 3 buku dengan total biaya Rp 85.000,- (sudah termasuk diskon). Buku-buku yang kubeli itu adalah:

1. Cara Cepat Membaca dan Menerjemah Kitab Gundul Metode Al-Ankabut

metode al-ankabut

Buku ini sebagai bahan untuk melengkapi referensi dalam mengajar Bahasa Arab. Dan juga, sebagai bahan bacaan lebih lanjut dalam teknik membaca kitab gundul.

2. Negeri 5 Menara

Penulis sudah pernah membaca novel ini sebelumnya. Novel yang diangkat dari kisah nyata ini sebagai bahan inspirasi dalam pengelolaan pendidikan model pesantren modern.

3. The Power of Kepepet

Buku ini belum pernah dibaca. Tujuan beli adalah sebagai bahan teknis dalam mengoptimalkan waktu. Nice!!!

Kiat Agar Istiqomah


Disebutkan dalam buku Kiat Cerdas Meraih Istiqomah karya Hasyim bin Abdullah Asy-Syu’ail beberapa tips agar senantiasa istiqomah. Singkatnya sbb:

  • Janganlah melakukan ibadah yang melebihi batas kemampuan anda
  • Beribadah secara berkelanjutan dengan penuh semangat, ber-tawakkal kepada Allah dengan shalat jamaah setiap waktunya
  • Terus berkelanjutan membaca Al-Quran setiap hari, sebagaimana makan dan minum.
  • Carilah teman bergaul yang baik, pemilik keutamaan, yang suka bertaubat dan beribadah.
  • Konsistenlah membaca doa berikut ini dalam setiap sujud:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

  • Menjaga diri dari memandang yang haram.
  • Al-Quran dan Al-Hadits telah cukup sebagai jaminan yang membantu Anda melepaskan diri dari maksiat, dosa dan kesalahan.

Imam Syafi’i dan Ilmu


Imam Syafi’i berkata:

Begadangku untuk mengoreksi ilmu lebih nikmat bagiku

Dari pada berhubungan dengan wanita penyanyi dan enaknya berpelukan.

Suara penaku menulis di atas kertas-kertasku

Lebih manis dari pada wanita penghibur dan orang yang kasmaran.

Dan lebih nikamat dari pada pukulan seorang gadis pada rebananya

dan pukulanku untuk menghilangkan pasir yang melekat pada kertas-kertasku (lebih nikmat bagiku).

Lenggak-lenggokku karena bingung menyelesaikan masalah yang rumit

Di dalam pelajaran, lebih menyenangkan dari pada mabuk memandang betis.

Aku bermalam dengan begadang dalam kegelapan sedangkan kamu bermalam

Dengan tidur, kemudian setelah itu kamu mengharapkan bisa menyusulku?

(Diiwan Asy-Syafi’I hal 63)

Dikutip dari Mengapa Saya Menghafal Al-Quran?, Dr. Khalid bin Abdul Karim Al-Lahim, hal. 219-220

Jangan Bersedih…


Oleh: Abdurrahman

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Nya. Dia-lah Rabb kita, Yang Menciptakan, Memberi Rizki dan Mengatur urusan hamba-Nya. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Segala sesuatu kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, tidak sepatutnya bersedih. Mengapa? Karena kita punya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Zat yang mengatur urusan hamba-Nya.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada sebaik-baik pendidik, yang telah mengajari kita untuk memaknai kehidupan dengan pemaknaan fitri (sesuai dengan fitrah). Sehingga dengan pemaknaan itu kita dapat merasakan kehidupan yang indah. Dialah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Shalawat kepadanya, kepada sahabatnya, keluarganya, serta umatnya yang meniti jalan kebahagiaan dunia akhirat. Continue reading