Orientalisme dan Hujatan terhadap Rasulullah (Bagian 2)


Selasa, 07 Februari 2012

Oleh: Adnin Armas

HUJATAN terhadap Rasulullah biasa dilakukan para sarjana Kristen dan Yahudi. Tulisan kali adalah lanjutan tulisan PERTAMA yang akan semakin jelas menggambarkan bahwa hujatan dan hinaan memang telah menjadi bagian dari studi orientalisme.

Tuduhan Pengaruh Kristen

Dalam disertasi berjudul Die Abhängigkeit des Qorans von Judentum und Christentum, Stuttgart, 1922 (Ketergantungan Al-Quran terhadap Yahudi dan Kristen), Wilhelm Rudolph menyimpulkan bahwa Islam sebenarnya berasal dari Kristen). Kristen adalah die wiege des Islam (buaian Islam). Ide-ide Muhammad bukanlah penemuannya sendiri, tetapi hasil dari pergaulannya dengan Yahudi Makkah, dan kemungkinan pergaulannya dengan orang-orang Kristen.

Sementara Tor Andrae menulis Der Ursprung des Islams und das Christentum (Asal Mula Islam dan Kristen). Katanya, ajaran-ajaran Al-Qur`an memiliki contoh-contoh yang jelas dalam Literatur Syiriak.

Kata Andrae, “Konsep kenabian sebagai sesuatu yang hidup dan aktual, sesuatu yang milik sekarang dan akan datang, sukar, sejauh yang aku lihat, muncul di dalam jiwa Muhammad jika ia tidak mengetahui mengenai nabi-nabi dan kenabian yang telah diajarkan Yahudi dan gereja-fereja Kristen di Timur.” (Tor Andrae, Mohammed: The Man and His Faith, pen Theophil Menzel, London, 1936).

Menjabarkan hegemoni Kristen terhadap Muhammad, Richard Bell menulis buku berjudul The Origin of Islam in its Christian Environment (London: 1926). Bell menyimpulkan bahwa pengaruh Kristen datang dari Syiria (Suriah), Mesopotamia, dan Ethiopia. Kosa kata Aramaik dan Ethiopia yang digunakan oleh orang-orang Kristen, diketahui oleh Muhammad, yang selanjutnya memasukkannya ke dalam Al-Qur`an.

Pada tahun 1927, Alphonso Mingana, pendeta Kristen asal Iraq, menyimpulkan wujudnya 100 persen pengaruh asing kepada Al-Qur`an. Ethiopia mewakili 5 persen, Ibrani 10 persen, bahasa Yunani-Romawi 10 persen, Persia 5 persen, dan Syiriak 70 persen.

K Ahren menulis Christlisches im Koran: Eine Nachlese (Kristen di dalam Al-Quran: Sebuah Investigasi) . Ia menyimpulkan argumentasi Muhammad untuk menentang Kristen pun sebenarnya berasal dari fraksi-fraksi Kristen.

Dengan menggali karya para orientalis sebelumnya, Arthur Jeffery yang konon menguasai 19 bahasa dan penulis The Foreign Vocabulary of the Quran (Kosa Kata Asing Al-Qur`an) menyimpulkan bahwa dengan melacak kata-kata tersebut kembali kepada sumbernya, maka sejauh mana pengaruh yang terjadi kepada Muhammad dalam berbagai periode misinya akan dapat diperkirakan.

Memang terdapat kesamaan antara ajaran Islam dengan sebagian ajaran Nabi Musa ‘alaihissalaam dan Nabi Isa ‘alaihissalaam. Semua nabi membawa wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, karena ada penyimpangan- penyimpangan dalam agama Yahudi-Kristen, maka Nabi Muhammad membawa Islam yang menunjukkan penyimpangan tersebut. Oleh sebab itu, terdapat perbedaan mendasar antara Al-Qur`an dengan ajaran-ajaran Yahudi-Kristen. Namun para orientalis mengganggap perbedaan tersebut disebabkan kesalahan Rasulullah. Continue reading

Orientalisme dan Hujatan Terhadap Rasulullah (Bagian 1)


Senin, 06 Februari 2012

Oleh: Adnin Armas

BELUM lama ini, media kampus di Universitas Cambridge, Inggris, menerbitkan kembali salah satu kartun Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cambridge yang terletak di Inggris timur adalah 10 besar universitas terbaik sedunia dan memiliki 25 ribu mahasiswa.

Penghinaan terhadap Rasulullah sungguh tindakan yang tidak masuk akal bagi kalangan terdidik. Namun rupanya hujatan terhadap Nabi bukanlah barang baru. Itu sudah berlangsung sejak dulu.

Daftar Hujatan

Di kalangan Yahudi-Kristen, telah umum beredar hinaan atau celaan terhadap Nabi Muhammad. Misalnya penggunaan istilah pseduopropheta (nabi palsu). Johannes dari Damascus Ioannou tou Damaskhenou alias Johannes Damascenus atau John of Damascus (±652-750)] adalah orang yang paling awal menganggap Rasulullah sebagai nabi palsu.
Johannes menyebut Rasulullah sebagai Mamed. Dikutip dalam buku John of Damascus: The Heresy of the Ishmaelites oleh Daniel J Sahas (1972), John atau Johannes berpendapat bahwa Mamed adalah seorang nabi palsu dan secara kebetulan mengetahui isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta berpura-pura pernah bertemu dengan Arius. Setelah itu, Mamed membuat sendiri ajaran sesatnya. Johannes menegaskan Mamed sendiri tidak sadar kalau menerima wahyu karena mendapatkannya ketika sedang tidur.

Tak cukup itu, Johannes juga mengatakan bahwa Mamed bukanlah seorang nabi (alias nabi palsu) karena perilakunya yang tidak bermoral. Mamed, katanya, membolehkan mengawini banyak perempuan dan ia sendiri mengawini istri anak angkatnya sendiri.

Ada banyak sebutan untuk Nabi. Umumnya, bernada hujatan. Sebutan seperti; Mamed, Mawmet, Mahound, Mahoun, Mahun, Mahomet, Mahon, Machmet, yang kesemua kata tersebut bermakna setan (devil) dan berhala (idol) telah berkumandang keras khususnya pada zaman pertengahan.

Hujatan terhadap Rasulullah terus dilakukan oleh para tokoh terkemuka Kristen. Pastor Bede (673-735) menganggap Mamed sebagai a wild man of desert (seorang manusia padang pasir yang liar), kasar, cinta perang dan biadab, buta huruf, status sosialnya rendah, bodoh tentang dogma Kristen, tamak kuasa sehingga ia menjadi penguasa dan mengklaim dirinya sebagai seorang rasul (nuntius/apostolus).

Hujatan kepada Rasulullah juga dilakukan oleh para rahib terkemuka Kristen yang lain. Misalnya dilontarkan oleh Pierre Maurice de Montboissier yang juga dikenal sebagai Petrus Venerabilis alias Peter the Venerable (1049-1156), seorang kepala biara Cluny di Perancis.

Dalam buku Popular Attitudes Towards Islam in Medieval Europe, juga dalam Western Views of Islam in Medieval and Early Modern Europe (editor Michael Frasseto and Davis R Blanks), Pierre Maurice pernah menegaskan bahwa Mahomet adalah an evil man (orang jahat) dan satan (setan) karena mengajarkan anti-Kristus.

Hujatan demi hujatan terus berlanjut. Ricoldus de Monte Crucis alias Ricoldo da Monte Croce (±1243-1320), seorang biarawan Dominikus, menulis beberapa karya yang juga menghujat Islam. Menurut Ricoldo, yang mengarang Al-Qur`an dan membuat Islam adalah setan.

Kata Ricoldo, sebagaimana dikutip Patrick O’Hair Cate dalam Each Other’s Scripture:

“Pengarang bukanlah manusia tetapi setan, yang dengan kejahatannya serta izin Tuhan dengan pertimbangan dosa manusia, telah berhasil untuk memulai karya anti-Kristus. Setan tersebut, ketika melihat iman Kristiani semakin bertambah besar di Timur dan berhala semakin berkurang, dan Heraclius, yang menghancurkan menara menjulang yang dibangun oleh Chosroes dengan emas, perak dan batu-batu permata untuk menyembah berhala-berhala, mengatasi Chosroes pembela berhala. Dan ketika setan melihat palang salib Kristus diangkat oleh Heraclius, dan tidaklah mungkin lagi untuk membela banyak tuhan atau menyangkal Hukum Musa dan Bibel Kristus, yang telah menyebar ke seluruh dunia, setan tersebut merancang sebuah bentuk hukum (agama) yang pertengahan jalan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dalam rangka untuk menipu dunia. Dengan maksud ini ia memilih Muhammad.” Continue reading

Buku “Rasail fil Adyan wal Firoq wal Madzahib” karya Syaikh Muhammad Ibrahim Al-Hamd


Beberapa bulan yang lalu, aku mendownload beberapa buku karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd di website www.saaid.net.

Terdapat sebuah buku yang berjudul رسائل في الأديان والفرق والمذاهب. Buku ini berisi beberapa pembahasan berikut:

الرسالة الأولى: مقدمة في الفلسفة.

الرسالة الثانية: أديان الهند وشرق آسيا.

الرسالة الثالثة: اليهودية.

الرسالة الرابعة: الصهيونية.

الرسالة الخامسة: الماسونية.

الرسالة السادسة: النصرانية.

الرسالة السابعة: الاستشراق، والاحتلال العسكري، والتنصير.

الرسالة الثامنة:النصيرية.

الرسالة التاسعة: البابية.

الرسالة العاشرة: البهائية.

الرسالة الحادية عشرة: القاديانية.

الرسالة الثانية عشرة: الوجودية.

الرسالة الثالثة عشرة: الشيوعية.

الرسالة الرابعة عشرة: العلمانية.