Imam Syafi’i dan Ilmu


Imam Syafi’i berkata:

Begadangku untuk mengoreksi ilmu lebih nikmat bagiku

Dari pada berhubungan dengan wanita penyanyi dan enaknya berpelukan.

Suara penaku menulis di atas kertas-kertasku

Lebih manis dari pada wanita penghibur dan orang yang kasmaran.

Dan lebih nikamat dari pada pukulan seorang gadis pada rebananya

dan pukulanku untuk menghilangkan pasir yang melekat pada kertas-kertasku (lebih nikmat bagiku).

Lenggak-lenggokku karena bingung menyelesaikan masalah yang rumit

Di dalam pelajaran, lebih menyenangkan dari pada mabuk memandang betis.

Aku bermalam dengan begadang dalam kegelapan sedangkan kamu bermalam

Dengan tidur, kemudian setelah itu kamu mengharapkan bisa menyusulku?

(Diiwan Asy-Syafi’I hal 63)

Dikutip dari Mengapa Saya Menghafal Al-Quran?, Dr. Khalid bin Abdul Karim Al-Lahim, hal. 219-220

Advertisements

Malam…


Perjalanan malam yang tenang
Dengan kesenduan jiwa
Tak terwakili dengan kata atau kalimat

Suatu keadaan yang menghentak ke kalbu
Ketika keadaan hati begitu lembut
Halus..
Bak kain sutra yang terajut harmonis di tangan maestro

Malam..
Begitu tepat untuk mengalirkan tetes-tetes lembut air mata
Deras
Lebih deras dibanding rintiknya air hujan

Malam..
Indah..
Lembut..
Mesra..

Dan keadaan yang indah itu,
semakin mesra dengan adanya shalat malam

Malam..
Adalah sholat malam..